Saturday, August 7, 2010

0 Cara Penggunaan Software Phoenix

Cara Penggunaan Phoenix Service Software 2006 yang dapat digunakan hanya dengan kabel DKU2 dan DKU5 yang biasa disertakan dalam paket pembelian ponsel atau dapat dibeli dengan mudah. Program ini sangat efektif untuk perbaikan ponsel bagi yang sedang belajar ponsel atau reparasi ponsel.

Tahap pertama penggunaan Phoenix Service Software 2006 ini, kita jalankan Icon Phoenix yang terdapat pada Desktop. Maka akan muncul Logo Phoenix Service Software. Jika ditanyakan User Name dan Initial isi sekehendak hati Anda. Dan, akan keluar tampilan Menu utama dari software itu.
Pada tampilan utama software ini, terdapat banyak menu-menu yang dapat digunakan. Antara lain, File – Edit – Products – Flashing – Tools –Windows – Help. Menu ini akan bertambah jika ponsel telah terdetect. Untuk kali pertama penggunaan, kita harus mengatur media kabel yang akan digunakan. Dalam Phoenix versi patch ini hanya dua media yang dapat digunakan yaitu DKU2 atau DKU5.
DKU2 digunakan untuk flashing Nokia generasi baru BB5 (DKU2 USB Flashing), sedangkan DKU5 digunakan untuk mengalibrasi Nokia CDMA sperti Unlock, Tuning Signal, Setting Channel Frekuensi, edit PRL (Preffered Roaming List ponsel inject), phone information, dan lain sebagainya. Untuk kabel DKU5 sebelumnya harus dilakukan penginstallan driver kabel itu yang terdapat dalam CD, sedangkan kabel DKU2 tak memerlukan driver, karena merupakan jenis straight cable (penghubung).

Setelah driver DKU5 terinstall dengan baik, perhatikan pada Device Manager, pada COM berapa DKU5 terpasang. Kemudian Pilih File >> Manage Connections >> New >> Lalu pilih Media yang digunakan (DKU5 dan USB). USB untuk DKU2. Untuk DKU5 pilih Manual Setup dan tentukan COM di mana DKU5 terinstall. Sedangkan USB DKU2 tak perlu menentukan COM penginstallan. Kesalahan penginstallan COM DKU5 akan menyebabkan ponsel yang terpasang tidak dapat terdetect dengan baik.
Lalu pilih Media yang digunakan (DKU5 dan USB). USB untuk DKU2. Untuk DKU5 pilih Manual Setup dan tentukan COM di mana DKU5 terinstall. Sedangkan USB DKU2 tak perlu menentukan COM penginstallan. Kesalahan penginstallan COM DKU5 akan menyebabkan ponsel yang terpasang tidak dapat terdetect dengan baik. Jika Proses Manage Connection telah dilakukan dengan baik, tahap selanjutnya adalah menghubungkan ponsel ke komputer menggunakan kabel tersebut. Pada edisi ini, kita akan membahasa proses flashing BB5 dahulu, untuk edisi berikut akan dijelaskan tuntas tahap perbaikan ponsel CDMA dengan software ini dan media DKU5.

Ponsel BB5 yang telah dihubungkan ke komputer dalam keadaan Offline Mode, akan terdetect found new hardware pada PC, dan secara otomatis akan terinstall sendiri driver-driver yang diperlukan. Pilih File >> Scan Products. Maka pada bagian bawah akan muncul versi software ponsel yang terhubung.
Kemudian klik Flashing SW Update. Maka akan muncul jendela baru Software Update. Product akan terdetect otomatis dalam gambar tertera RM-36 (Nokia 6680). Sebelum flashing kita perlu memilih firmware yang akan dipakai. Firmware Nokia di PC terdapat pada C:\Program Files\Nokia\Phoenix\Products. Ada dua cara yaitu memilih Product Code dan Image File (MCU) serta PPM File secara otomatis akan terpilih. Atau memilih secara manual Image File serta PPM File (Paket Bahasa). Dalam hal ini kita memilih Product Code 0522048 Indonesia Silver Blue dengan PPM File v36 yang pasti terdapat bahasa Indonesia karena product pasarnya ditujukan untuk Indonesia.
Setelah pemilihan firmware yang tepat telah dilakukan, perhatikan Flash Type ada pilihan Restore User Data (Jika dipilih maka sehabis flashing data yang ada di ponsel akan dikembalikan seperti sedia kala). Juga ada Product as Manufactured (Jika ini dipilih maka data-data pada ponsel akan dihapus, sehingga kondisi memori ponsel akan seperti dari baru.) Data pada MMC tak ikut terhapus. Pilihan kedua digunakan untuk perbaikan masalah pada ponsel sedangkan pilihan pertama digunakan jika ponsel tak ada masalah apa-apa, hanya ingin mengupgrade saja.
Langkah berikutnya klik tombol Start, maka proses flashing akan berjalan dengan sendirinya. Tunggu hingga proses selesai maka ponsel akan normal kembali dengan firmware yang telah terupgrade. Yang perlu diperhatikan dalam proses flashing ini adalah baterai ponsel harus dalam keadaan penuh, jangan sekali-kali mencabut kabel pada saat proses flash, serta mendowngrade versi firmware pada ponsel.

Untuk Downgrade versi firmware dapat dilakukan APE flashing dengan UFS3 Box, sedangkan jika ponsel menjadi matot karena kesalahan itu, maka harus dilakukan FBUS flashing yang memerlukan Box lain, dan tak dapat dilakukan dengan solusi Flashing seperti ini. Proses Flashing ini bertujuan untuk mengupgrade firmware ponsel serta menambah bahasa pada menu yang digunakan jika sebelumnya tak terdapat bahasa yang dikehendaki. Sedangkan untuk perbaikan signal, Unlocking, Pengaturan frekuensi, serta maintenance lainnya dapat dilihat pada edisi berikut.

Kerusakan pada ponsel CDMA biasanya berupa mati total, Blinking, tak ada sinyal, dan lain-ain. Kali pertama yang harus kita lakukan adalah memperbaiki isi data yang terdapat dalam flash memory ponsel. Dengan software ini dapat dilakukan tuning sinyal serta kalibrasi parameter penting lainnya. Juga dapat backup/restore settingan channel frekuensi serta data-data penting di dalamnya, serta unlocking phone lock/security code.

Kasus yang paling sering ditemui adalah masalah sinyal, di mana ponsel tak mendapatkan sinyal dan searching terus-menerus. Biasanya masalah ini timbul akibat data yang terdapat pada memory mengalami corrupted/error. Juga bisa disebabkan oleh kesalahan flashing serta reset data dan buka phone lock menggunakan box lain sehingga menyebabkan masalah ini. Untuk itu ponsel perlu di kembalikan data-data serta parameter di dalamnya. Dibutuhkan Tun file yang sesuai dengan tipe ponsel untuk diupload kedalam ponsel. Sebelumnya ponsel dihubungkan menggunakan kabel DKU 5 serta jalankan software Phoenix. Klik File Open Products atau Scan Product lalu klik Troubleshooting RF Read Parameters hingga muncul Windows berikut :
Klik Load File, Cari file tun yang sesuai dengan type Ponsel. Setelah terpilih nama filenya ( default.tun), Klik Write All hingga muncul Tuning parameter file loaded successfully. Klik Load File, Cari file tun yang sesuai dengan type Ponsel. Setelah terpilih nama filenya ( default.tun). Klik Write All hingga muncul Tuning parameter file loaded successfully. Selesai. Catatan : Write Current berarti hanya menulis bagian CAL (Calibration) saja.

Write All berarti menulis seluruh section dengan lengkap yaitu CAL, RF SET dan PANEL.(Recommended). Setelah proses tuning close jendela Read Parameters, dan proses selesai. Ponsel akan muncul sinyal kembali. Proses Tuning ini umumnya digunakan untuk memperbaiki masalah sinyal pada ponsel CDMA, terutama sehabis salah unlock, salah flashing dengan software Flasher lain spt UFS3/Griffin.

Proses Unlock :
- PBB Maintenance Tool set ke PKD-1RD
- Klik File, Scan Products
- Klik CDMA, Factory Value Set, Pilih Full, Klik Factory Reset
- Klik File, Scan Products
- Klik CDMA, Factory Value Set, Pilih Full, Klik Factory Reset
Proses Unlock ini tak menyebabkan ponsel No Sinyal seperti halnya pada Software Flasher lain. Jangan Unlock Ponsel CDMA dengan UFS3 atau Griffin karena akan menyebabkan ponsel No Sinyal.






BACKUP & RESTORE SETTINGAN PONSEL
  
Berguna untuk menyimpan settingan telephone seperti settingan channel frekuensi, sinyal, NAM, phonebook, dan lain-lain. Sehingga apabila terjadi kesalahan data pada ponsel (seperti Hang dan No Sinyal) dapat dikembalikan seperti semula. Jika sebelumnya belum pernah dibackup gunakan file PRI yang standar untuk merestorenya.
Untuk Backup data Ponsel ke komputer :
Klik Read All from Phone >>Tunggu proses selesai >> Save to File
Akan muncul jendela PRI File Header Information. Isi Product Code dan Customer Name, Lalu OK.

Untuk Restore data ke Ponsel :
Klik Load From File >> Pilih file PRI yang sesuai type PONSEL >> Write All to Phone.
UPGRADE PRL (PREFFERED ROAMING LIST)

Hanya berlaku untuk ponsel inject. Untuk ponsel RUIM Card PRL tersimpan di RUIM Card tersebut.
PRL adalah Data yang berhubungan dengan operator. Jika diperlukan upgrade : Klik CDMA dan PRL
Backup PRL : Read PRL from Phone, Save PRL to File
Restore PRL : Load PRL from File, Cari file PRL yang dibutuhkan, Write PRL to Phone.
PROSES EDIT & BACKUP PHONE BOOK

Proses Edit & Backup Phone Book dapat dengan mudah dilakukan dengan Klik CDMA >> Phone Book.
 PROSES DIAGNOSTICS (CHECK KONDISI PONSEL)


Jika diperlukan untuk mencheck apakah Ponsel dalam kondisi baik, apakah pernah terjadi kegagalan sistem seperti Drop Calls, Koneksi Data dan Suara, Talk Time dan lain-lain.
Klik CDMA >> Diagnostics >> Execute
Analysis : PASS menunjukkan hasil yang baik.
PROSES ESN RECONSTRUCTION

Digunakan pada saat penggantian IC UEM (Universal Management) atau IC Flash.
No.IMEI pada GSM atau ESN pada CDMA tersimpan di dua komponen yaitu IC Flash dan IC UEM.
IC Flash menyimpan No. IMEI GSM 15 digit Desimal atau ESN CDMA (8 Digit Hexadecimal = 10 digit Decimal) dalam IC Flash.
IC UEM mencatat dan mengontrol data ESN/IMEI pada IC Flash.
IC UEM yang telah terisi data/terpasang / rusak hanya dapat ditulis dengan ESN/IMEI originalnya.
IC UEM yang baru/empty UEM hanya dapat diisi satu kali dengan ESN/IMEI pilihan dari daftar RPL yang ada.
ESN/IMEI yang sesuai dengan originalnya dapat di request (dengan membayar) ke server pelayanan IMEI, sehingga menghindari penggantian UEM (tak perlu ganti UEM jika Imei?)

Pada saat penggantian IC Flash ( Kasus : Unknown Flash ID dan Erasing Error), otomatis IMEI akan menjadi ??? Karena, UEM mendeteksi penggantian IC Flash ini. Oleh karena itu sehabis penggantian IC Flash biasanya dibarengi dengan penggantian IC UEM, Atau pesan IMEI Original dari Server (Jika tak mau ganti UEM). Sedangkan kebalikannya pada saat penggantian IC UEM ( kasus Matot, No Audio, dan No Sinyal) tak perlu mengganti IC Flash.

File ASK (Request File) adalah hasil pembacaan Uem (Read UEM) untuk dikirim ke Server IMEI.
File RPL (Reply/Response File) adalah file IMEI original dari Server siap untuk di tulis ke UEM.
File ASK tidak dapat langsung ditulis ke UEM, melainkan harus dikirim ke Server dan diolah menjadi file RPL yang IMEInya cocok dengan UEM yang rusak.
Jika Data pada UEM rusak mengakibatkan Imei ???? Dan, ponsel mengalami SIM Lock/ Phone Restricted/SIM Invalid (Tak mau membaca SIM Card).

Cara Backup UEM & Disimpan sebagai ASK file :

Klik Generate a request file : Pilih habis ganti UEM/Flash? Pilih IMEI/ESN? Isi No IMEI/ESN originalnya serta Product Code 7 digit pada kolom Target Pilih Place for Request file (Save as) di mana? klik Start, Maka akan terbentuk file ASK untuk dikirim ke Server IMEI.

Cara Restore ESN/IMEI ke IC UEM :

Klik Process a Response File Pilih UEM, Pilih IMEI/ESN, Pilih Place for Response file (RPL file yang mau dimasukkan ke UEM) klik Start.
IMEI? Akan menjadi normal kembali jika No. IMEI tersebut sama dengan sebelumnya yang hilang (Original).



















0 comments:

Post a Comment

 

Universitasku Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates