Wednesday, August 31, 2011

0 Kendala penggunaan MPP dan MPI di sekolah


Pada suatu saat saya ketemu seorang peserta lomba MPI (Multimedia Pembelajran Interaktif) Di sana saya berbincang-bincang tentang penggunaan MPI ini di sekolah.

Saya : “ apakah media Bapak sudah digunakan di kelas atau anak didik bapak”
Teman : “ Boro-boro digunakan lha LCD Cuma satu digunakan sama senior melulu, komputer disekolah kadang macet yang hidup Cuma beberapa, ya Cuma untuk koleksi saja siapa tahu entar berguna”
Teman lain : “ sama ya....lha saya ngajardi sekolah kampuoeng.... boro –boro punya laptop nyekel komputer aja jarang ? jika digunakan mah gurunya aja yang stres karena banyak pertanyaan sana sini”
Saya : “ Oh gitu ya.. apa kemungkinan disekolah lain juga sama ya?”
Teman : “ kali sama kendalanya..? kali pakai giutuan cocoknya di sekolah kota kali”
Teman lain: “ jangan pesimis suatu saat pasti berguna bagi kita atau murid kita, semua butuh proses, yang penting usaha, ndak ada salahnya tho?”
Saya : “Betul....betul, terus berkarya selagi muda pasti menikmati enak ketika tua” pikirku dalam hati.

Nah itulah seklumit cerita yang menjadi kendala penggunaan MPI dan MPP masalah klasik yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai di sekolah, atau kemampuan daya beli masyarakat kita terhadap teknologi, walaupun mereka motornya bisa bagus-bagus ketika lebaran namun mereka tidak bisa membeli media komputer yang mereka anggap tidak begitu penting, karena mereka jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan.

Sebenarnya masih ada kendala lain,yaitu malasnya guru dalam membuat media pembelajran, nah ini mungkin hal ini membuat pengambil kebijakan juga jadi enggan untuk memenuhi fasilitas sekolah. Guru sering berdalih dengan seribu alasan dari mulai repot, kesulitan mengggunakan tekonologi dan seabrek alasan lain.
Dengan alasan klasik ini tentunya kita tidak mudah untuk membuat renovasi dalam sekolah kita kalau kita tidak mulai dari dalam diri kita mengubahnya, nah jika kita sudah memulainya dan sudah ada hasilnya suatu saat pasti akan menular ke teman kita, jika teman kita sudah tertular dan sistem sudah terbentuk saya rasa tidak alasan lagi pengambil kebijakan untuk ogah-ogahan memenuhi anggaran untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai seorang guru.
Tentunya masih banyak kendala lain yang Bapak/ibu guru bisa share di sini. Walau ini semua tidak mudah tentunya kita harus yakin bisa dan perlu kita coba-dan coba, dengan semoboyan “ Mulai dari diri kita sendiri InsyaAllah kita suatu saat akan menikmati”.


0 comments:

Post a Comment

 

Universitasku Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates