Saturday, May 8, 2010

0 Trik Menganalisa Kerusakan Ponsel

Apa yang akan diuraikan disini, adalah hal-hal paling mendasar dalam logika dan analisa masalah untuk memperbaiki atau mengetahui permasalahan kerusakan ponsel. Selanjutnya paling tidak Anda harus memiliki obeng khusus ponsel untuk dapat membuka baut dan membongkar ponsel dengan baik tanpa merusaknya.


Hal ini (obeng ponsel) sangat penting …. Ingat SANGAT PENTING karena saya (sebagai teknisi) tidak jarang jadi kesal atau “BeTe” jika mendapatkan pasien ponsel yang baut-baut ponselnya “slack” akibat penggunaan alat/obeng yang tidak sesuai, hingga akhirnya kepala baut-baut tersebut rusak dan sulit dibuka seperti biasa. Benerin ponselnya hanya 10 menit, tapi bongkar ponselnya makan waktu setengah hari ….. karena harus extra hati-hati dan cari cara lain untuk dapat membuka baut rusak atau “slack” dan membongkar ponsel tanpa merusak casing atau tulang cassingnya. Capeeeee Deeeeechhh ……

Ok…. Sekarang saya mulai dengan permasalahan Ponsel MATI TOTAL yang bukan dikarenakan terkena air, terjatuh atau terbentur keras. PERHATIAN !!! Jika ponsel mati total karena terkena air atau terjatuh atau terbentur keras, maka sebaiknya jangan lakukan hal-hal dibawah ini, karena kemungkinan besar rangkaian ponsel mengalami hubungan-singkat atau konsleting (akibat cairan/korosifitas, jalur/pwb ponsel retak, komponen-komponen terlepas, dsb)

Jika ponsel tidak dapat dinyalakan sebagaimana biasanya dengan menekan tombol swict on-off, dugaan awal masalah terjadi pada Baterai yang kosong, kerusakan pada tombol swict on-off, atau kerusakan pada software ponsel.

Selanjutnya Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini :
Hubungkan charger ke ponsel layaknya melakukan proses isi ulang baterai. Jika tidak muncul indikator pengisian baterai, tunggu beberapa saat 5 s/d 15 menit. Apabila setelah waktu tsb indikator pengisian baterai muncul, maka biarkan prosesnya berjalan minimal selama 30 menit agar baterai memiliki cukup daya untuk menyalakan ponsel.

ponsel sedang charging

ponsel sedang charging

Selanjutnya, lepaskan hubungan charger ke ponsel dan coba nyalakan kembali ponselnya. Sampai disini jika ponsel masih tidak mau menyala maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kerusakan ringan pada ponsel dimana secara umum rangkaian utama ponsel masih baik karena dengan munculnya indikator pengisian batere secara normal layaknya ponsel normal yang diisi ulang, menandakan bahwa rangkaian ponsel masih dapat bekerja dengan baik.

Namun hanya terjadi masalah atau kerusakan pada komponen-komponen atau rangkaian penyalaannya saja (on-off triggering) atau hanya pada software ponselnya saja. Perbaikan software ponsel mengharuskan kita memiliki computer dan Program perbaikan ponsel. Namun untuk pemeriksaan dan perbaikan tombol switch on-off dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.

Jika indikator pengisian baterai tidak juga muncul setelah rentang waktu 5 s/d 15 menit, ada dua kemungkinan awal masalah pada ponselnya yaitu baterai kosong atau rusak. Untuk memastikannya, Anda dapat menggunakan baterai lain yang sejenis atau sama typenya lalu hubungkan ke ponsel tersebut dan coba lakukan proses charging. Jika tidak bisa pinjam baterai atau untuk memastikan kondisi baterainya, setidaknya Anda harus memiliki Charger Desktop atau Universal charger dimana proses pengisian ulang batere dilakukan dengan menghubungkan secara langsung tegangan/arus keluaran charger tersebut ke kutub (+) da kutub (-) baterai. Baterai yang kosong umumnya tidak dapat diisi ulang secara normal menggunakan charger ponsel bawaannya, namun dapat diisi ulang secukupnya dengan Desktop Charger. Hal ini biasa disebut “pancing baterai”

Universal Charger

Universal Charger

Dari penggunaan desktop charger untuk isi ulang baterai, dapat dilihat apakah baterainya masih cukup baik (masih bisa diisi ulang) atau baterainya sudah rusak. Perhatikan saja lampu-lampu indikator yang terdapat pada Charger Desktop tersebut

Jika ternyata baterai masih dapat diisi ulang, lakukanlah proses isi ulang “pancing baterai” dengan desktop charger ini selama -/+ 15 menit. Jika kondisi baterai masih baik, maka dalam waktu tersebut baterai sudah cukup terisi daya untuk menyalakan ponsel. Hubungkan baterai ke ponsel lalu coba nyalakan dan lihat hasilnya.

Apabila ponsel masih tidak mau menyala normal, kemungkinan baterai masih belum cukup daya. Segera lakukan pengisian ulang secara normal dengan menghubungkan charger ke ponsel. Bila sampai disini ternyata indikator pengisian baterai pada ponsel tidak muncul (seperti yang telah diuraikan diatas), maka baterai tersebut sudah agak rusak dan butuh waktu “pancing baterai” lebih lama.

Rangkuman & Kesimpulan :
Ponsel yang MATI TOTAL tidak dapat dinyalakan seperti biasa melalui tombol switch on-off namun masih dapat melakukan proses isi ulang baterai secara normal, kemungkinan hanya mengalami masalah pada tombol swict on-off beserta komponen pendukungnya, atau hanya bermasalah pada softwarenya saja. Dan secara umum, rangkaian utama ponsel masih dapat bekerja dengan baik yang dibuktikan dengan munculnya indikator pengisian baterai di layar ponsel (LCD) layaknya ponsel normal yang baik-baik saja..

Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda..

0 comments:

Post a Comment

 

Universitasku Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates