Friday, July 3, 2009

0 MENGOPTIMALKAN GIZI ANAK


GIZI SEIMBANG UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK

Tidak dipungkiri, pertumbuhan anak selalu menjadi perhatian para orangtua. Namun begitu, terkadang asupan nutrisi justru tak tepat sasaran. Padahal nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak yang optimal.
Setiap harinya, anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Asupan kandungan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari variasi makanan yang dikonsumsi. Konsumsi lemak hingga 30% dari total energi dalam sehari diperlukan juga untuk menyerap vitamin-vitamin penting seperti A, D, E dan K secara maksimal.

”Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih sering munculnya kesalah pahaman orangtua terhadap hal ini. Ada tiga masalah gizi, yaitu: kurang gizi, kelebihan gizi dan salah gizi yang memiliki indikasi dan akibat yang berbeda-beda," terang Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpGK.
Dijelaskan Dr Fiastuti, untuk menghindarinya diperlukan komposisi seimbang antara karbohidrat (45%-65%), protein (10%-25%), lemak (30%) dan berbagai macam vitamin lain. Hal ini diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kepandaian dan kematangan sosial.
Yang paling perlu diperhatikan oleh orangtua adalah terciptanya pola makan yang sehat, terkontrol dan menyenangkan. Dengan 3J, yakni 'Jumlah kalori sesuai kebutuhan', 'Jadwal makan yang teratur' dan 'Jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak seimbang, disamping nutrien spesifik yang terpenuhi', orangtua tak perlu takut memberi asupan lemak pada anak selama masih dalam porsi yang dianjurkan.
Berangkat dari permasalahn yang ada, akan lebih baik jika anak-anak dibawakan bekal dari rumah ketimbang memberikan uang jajan. Selain kebersihan dan keamanan lebih terjamin, si anak bisa menyimpan uang jajan yang diberikan.
Penting untuk diketahui, hasil survei Badan Pengawas Obat dan Makanan pada 4.500 sekolah di Indonesia selama 2007 yang membuktikan bahwa 45 persen jajanan anak tercemar bahaya pangan mikrobiologis dan kimia. Bahaya utama berasal dari cemaran fisik, mikrobiologi, dan kimia seperti pewarna tekstil. Jenis jajanan berbahaya ini meliputi makanan utama, makanan ringan, dan minuman.
”Kebiasaan jajan harus dimulai dari pola makan keluarga dan salah satu cara adalah membuat ’kudapan tandingan’ yang tak kalah enak dari jajanan yang dapat dibeli di luar. Sebagai upaya preventif, anak harus dikenalkan pada pola makan sehat dan orangtua harus dapat dijadikan contoh atau panutan. Disamping itu, sebagai upaya kuratif, orangtua harus dapat menata kegiatan makan, membuat penganan bersama dengan anak, dan memperkenalkan anak pada berbagai jenis makanan," papar seorang pakar tumbuh kembang lain, Dra. Mayke Tedjasaputra.
Jadi, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menghindari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan, bagi Anda para orangtua sebaiknya membuat variasi bekal yang menarik dan inspirasional dalam bentuk, penataan dan rasa.
Bekal yang praktis dan mudah dibawa akan membuat anak tertarik dan pada akhirnya memakan bekal tersebut. Dengan ini, para orang tua dapat memastikan bahwa anak mereka telah mengonsumsi asupan gizi sesuai dengan jumlah yang disarankan.



GIZI SEIMBANG UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK

Tidak dipungkiri, pertumbuhan anak selalu menjadi perhatian para orangtua. Namun begitu, terkadang asupan nutrisi justru tak tepat sasaran. Padahal nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak yang optimal.
Setiap harinya, anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Asupan kandungan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari variasi makanan yang dikonsumsi. Konsumsi lemak hingga 30% dari total energi dalam sehari diperlukan juga untuk menyerap vitamin-vitamin penting seperti A, D, E dan K secara maksimal.

”Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih sering munculnya kesalah pahaman orangtua terhadap hal ini. Ada tiga masalah gizi, yaitu: kurang gizi, kelebihan gizi dan salah gizi yang memiliki indikasi dan akibat yang berbeda-beda," terang Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpGK.
Dijelaskan Dr Fiastuti, untuk menghindarinya diperlukan komposisi seimbang antara karbohidrat (45%-65%), protein (10%-25%), lemak (30%) dan berbagai macam vitamin lain. Hal ini diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kepandaian dan kematangan sosial.
Yang paling perlu diperhatikan oleh orangtua adalah terciptanya pola makan yang sehat, terkontrol dan menyenangkan. Dengan 3J, yakni 'Jumlah kalori sesuai kebutuhan', 'Jadwal makan yang teratur' dan 'Jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak seimbang, disamping nutrien spesifik yang terpenuhi', orangtua tak perlu takut memberi asupan lemak pada anak selama masih dalam porsi yang dianjurkan.
Berangkat dari permasalahn yang ada, akan lebih baik jika anak-anak dibawakan bekal dari rumah ketimbang memberikan uang jajan. Selain kebersihan dan keamanan lebih terjamin, si anak bisa menyimpan uang jajan yang diberikan.
Penting untuk diketahui, hasil survei Badan Pengawas Obat dan Makanan pada 4.500 sekolah di Indonesia selama 2007 yang membuktikan bahwa 45 persen jajanan anak tercemar bahaya pangan mikrobiologis dan kimia. Bahaya utama berasal dari cemaran fisik, mikrobiologi, dan kimia seperti pewarna tekstil. Jenis jajanan berbahaya ini meliputi makanan utama, makanan ringan, dan minuman.
”Kebiasaan jajan harus dimulai dari pola makan keluarga dan salah satu cara adalah membuat ’kudapan tandingan’ yang tak kalah enak dari jajanan yang dapat dibeli di luar. Sebagai upaya preventif, anak harus dikenalkan pada pola makan sehat dan orangtua harus dapat dijadikan contoh atau panutan. Disamping itu, sebagai upaya kuratif, orangtua harus dapat menata kegiatan makan, membuat penganan bersama dengan anak, dan memperkenalkan anak pada berbagai jenis makanan," papar seorang pakar tumbuh kembang lain, Dra. Mayke Tedjasaputra.
Jadi, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menghindari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan, bagi Anda para orangtua sebaiknya membuat variasi bekal yang menarik dan inspirasional dalam bentuk, penataan dan rasa.
Bekal yang praktis dan mudah dibawa akan membuat anak tertarik dan pada akhirnya memakan bekal tersebut. Dengan ini, para orang tua dapat memastikan bahwa anak mereka telah mengonsumsi asupan gizi sesuai dengan jumlah yang disarankan.


0 GIZI SEIMBANG UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK YANG OPTIMAL


Gizi Seimbang Bagi Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal WHO merekomendasikan konsumsi lemak sedikitnya 30% dari total energi dalam sehari bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik anak.

Asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak yang
optimal. Setiap hari anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan
karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Asupan kandungan nutrisi
tersebut dapat diperoleh dari variasi makanan yang dikonsumsi. Konsumsi lemak
hingga 30% dari total energi dalam sehari diperlukan juga untuk menyerap
vitamin-vitamin penting seperti A, D, E dan K secara maksimal.


Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpGK menyampaikan pada acara bincang-bincang hari
ini, "Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih
sering munculnya kesalah pahaman orangtua terhadap hal ini. Ada tiga masalah
gizi, yaitu: kurang gizi, kelebihan gizi dan salah gizi yang memiliki indikasi
dan akibat yang berbeda-beda. Untuk menghindarinya, maka komposisi seimbang
antara karbohidrat (45%-65%), protein (10%-25%), lemak (sedkitinya 30%) dan
berbagai macam vitamin lain mutlak harus diberikan kepada anak yang pada
akhirnya dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik, perkembangan
otak, kepandaian dan kematangan sosial."
Dr. Fiastuti melanjutkan bahwa perencanaan makan yang cerdas oleh orangtua
diperlukan juga demi terciptanya pola makan yang sehat, terkontrol dan
menyenangkan. Kuncinya adalah 3J: Jumlah kalori sesuai kebutuhan, Jadwal makan
yang teratur dan Jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak
seimbang, disamping nutrien spesifik yang terpenuhi. Beliau juga menambahkan
bahwa orangtua tidak perlu takut memberikan asupan lemak kepada anak selama
masih pada porsi yang dianjurkan.
Lalu, timbul pertanyaan tentang kiat-kiat mengontrol asupan anak bilamana mereka
berada di luar rumah atau di sekolah. Dalam mengatasi hal ini ada imbauan untuk
memberikan bekal yang sehat dengan nutrisi seimbang untuk membantu
orangtua mengawasi jenis makanan yang dikonsumsi anak. Dengan bekal, anak
tidak perlu jajan sembarangan, sehingga orang tua tidak perlu khawatir akan
pemenuhan kebutuhan nutrisi seimbang anak juga serta kebersihannya.
Daripada memberikan uang jajan kepada anak, orangtua dapat memberikan
penggantinya dalam bentuk bekal, sebab jajanan belum tentu terjamin nutrisi dan
kebersihannya, khususnya jajanan di luar sekolah. Hal ini patut menjadi
perhatian orangtua dengan adanya fakta yang mencengangkan dari hasil survei
Badan Pengawas Obat dan Makanan pada 4.500 sekolah di Indonesia selama 2007 yang
membuktikan bahwa 45 persen jajanan anak tercemar bahaya pangan mikrobiologis
dan kimia. Bahaya utama berasal dari cemaran fisik, mikrobiologi, dan kimia
seperti pewarna tekstil. Jenis jajanan berbahaya ini meliputi makanan utama,
makanan ringan, dan minuman.**
Seorang pakar tumbuh kembang lain, Dra. Mayke Tedjasaputra mengatakan,
"Kebiasaan jajan harus dimulai dari pola makan keluarga dan salah satu cara
adalah membuat 'kudapan tandingan' yang tak kalah enak dari jajanan yang dapat
dibeli di luar. Sebagai upaya preventif, anak harus dikenalkan pada pola makan
sehat dan orangtua harus dapat dijadikan contoh atau panutan. Disamping itu,
sebagai upaya kuratif, orangtua harus dapat menata kegiatan makan, membuat
penganan bersama dengan anak, dan memperkenalkan anak pada berbagai jenis
makanan."
Sebagai kesimpulan, Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpGK dan Dra. Mayke Tedjasaputra
memberikan solusi bahwa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menghindari
penyakit-penyakit yang tidak diinginkan, orangtua sebaiknya membuat variasi
bekal yang menarik dan inspirasional dalam bentuk, penataan dan rasa. Bekal yang
praktis dan mudah dibawa akan membuat anak tertarik dan pada akhirnya memakan
bekal tersebut. Dengan ini, para orang tua dapat memastikan bahwa anak mereka
telah mengonsumsi asupan gizi sesuai dengan jumlah yang disarankan.
*Berdasarkan data dari
http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2003/pr32/en/
**Dikutip dari uraian Dedi Fardiaz, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan
Bahan Berbahaya (BPOM) pada acara peluncuran Kerja Sama BPOM dengan Australian
Government Analytical Laboratory mengenai "Penerapan Sistem Keamanan Terpadu"



Gizi Seimbang Bagi Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal WHO merekomendasikan konsumsi lemak sedikitnya 30% dari total energi dalam sehari bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik anak.

Asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak yang
optimal. Setiap hari anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan
karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Asupan kandungan nutrisi
tersebut dapat diperoleh dari variasi makanan yang dikonsumsi. Konsumsi lemak
hingga 30% dari total energi dalam sehari diperlukan juga untuk menyerap
vitamin-vitamin penting seperti A, D, E dan K secara maksimal.


Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpGK menyampaikan pada acara bincang-bincang hari
ini, "Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih
sering munculnya kesalah pahaman orangtua terhadap hal ini. Ada tiga masalah
gizi, yaitu: kurang gizi, kelebihan gizi dan salah gizi yang memiliki indikasi
dan akibat yang berbeda-beda. Untuk menghindarinya, maka komposisi seimbang
antara karbohidrat (45%-65%), protein (10%-25%), lemak (sedkitinya 30%) dan
berbagai macam vitamin lain mutlak harus diberikan kepada anak yang pada
akhirnya dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik, perkembangan
otak, kepandaian dan kematangan sosial."
Dr. Fiastuti melanjutkan bahwa perencanaan makan yang cerdas oleh orangtua
diperlukan juga demi terciptanya pola makan yang sehat, terkontrol dan
menyenangkan. Kuncinya adalah 3J: Jumlah kalori sesuai kebutuhan, Jadwal makan
yang teratur dan Jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak
seimbang, disamping nutrien spesifik yang terpenuhi. Beliau juga menambahkan
bahwa orangtua tidak perlu takut memberikan asupan lemak kepada anak selama
masih pada porsi yang dianjurkan.
Lalu, timbul pertanyaan tentang kiat-kiat mengontrol asupan anak bilamana mereka
berada di luar rumah atau di sekolah. Dalam mengatasi hal ini ada imbauan untuk
memberikan bekal yang sehat dengan nutrisi seimbang untuk membantu
orangtua mengawasi jenis makanan yang dikonsumsi anak. Dengan bekal, anak
tidak perlu jajan sembarangan, sehingga orang tua tidak perlu khawatir akan
pemenuhan kebutuhan nutrisi seimbang anak juga serta kebersihannya.
Daripada memberikan uang jajan kepada anak, orangtua dapat memberikan
penggantinya dalam bentuk bekal, sebab jajanan belum tentu terjamin nutrisi dan
kebersihannya, khususnya jajanan di luar sekolah. Hal ini patut menjadi
perhatian orangtua dengan adanya fakta yang mencengangkan dari hasil survei
Badan Pengawas Obat dan Makanan pada 4.500 sekolah di Indonesia selama 2007 yang
membuktikan bahwa 45 persen jajanan anak tercemar bahaya pangan mikrobiologis
dan kimia. Bahaya utama berasal dari cemaran fisik, mikrobiologi, dan kimia
seperti pewarna tekstil. Jenis jajanan berbahaya ini meliputi makanan utama,
makanan ringan, dan minuman.**
Seorang pakar tumbuh kembang lain, Dra. Mayke Tedjasaputra mengatakan,
"Kebiasaan jajan harus dimulai dari pola makan keluarga dan salah satu cara
adalah membuat 'kudapan tandingan' yang tak kalah enak dari jajanan yang dapat
dibeli di luar. Sebagai upaya preventif, anak harus dikenalkan pada pola makan
sehat dan orangtua harus dapat dijadikan contoh atau panutan. Disamping itu,
sebagai upaya kuratif, orangtua harus dapat menata kegiatan makan, membuat
penganan bersama dengan anak, dan memperkenalkan anak pada berbagai jenis
makanan."
Sebagai kesimpulan, Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpGK dan Dra. Mayke Tedjasaputra
memberikan solusi bahwa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menghindari
penyakit-penyakit yang tidak diinginkan, orangtua sebaiknya membuat variasi
bekal yang menarik dan inspirasional dalam bentuk, penataan dan rasa. Bekal yang
praktis dan mudah dibawa akan membuat anak tertarik dan pada akhirnya memakan
bekal tersebut. Dengan ini, para orang tua dapat memastikan bahwa anak mereka
telah mengonsumsi asupan gizi sesuai dengan jumlah yang disarankan.
*Berdasarkan data dari
http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2003/pr32/en/
**Dikutip dari uraian Dedi Fardiaz, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan
Bahan Berbahaya (BPOM) pada acara peluncuran Kerja Sama BPOM dengan Australian
Government Analytical Laboratory mengenai "Penerapan Sistem Keamanan Terpadu"


0 Mencerdaskan Anak melalui Menu Sehat


Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang turut memberikan kontribusi pada pembangunan suatu negara. Dari keluargalah lahir individu-individu yang nantinya akan berperan sebagai pelaku pembangunan. Sumber daya manusia yang handal akan menjadi modal utama berkembangnya suatu negara. Dalam hal ini keluarga, khususnya ibu, sangat berperan dalam membentuk sumber daya manusia tersebut.


Seorang ibu sebaiknya memiliki pengetahuan tentang pola pengasuhan bagi anak-anaknya agar dapat membentuk manusia yang berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan seorang ibu adalah dengan mencukupi kebutuhan lahir dan batin anak-anaknya. Kebutuhan lahir di antaranya kebutuhan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembang anak. Sebab, gizi yang baik akan dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pola makan yang baik akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak. Pasalnya, tubuh dan otak membutuhkan zat-zat gizi dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan berkualitas yang dikonsumsi ibu sewaktu hamil dan anak pada awal-awal masa kehidupan turut menentukan tingkat kecerdasan anak, di samping faktor hereditas (keturunan) dan faktor pengasuhan lain.

Pemilihan bahan makanan yang berkualitas dan teknik pengolahan yang bervariasi dapat membentuk prefensi anak terhadap makanan. Kebiasaan makan yang baik yang sudah terbentuk sejak anak-anak akan terbawa hingga dewasa.

Buku Menu Sehat untuk Kecerdasan Balita yang ditulis Dr. Ruslianti, M.Si & Dra. Mutiara Dahlia, M.Kes ini memberikan tuntunan bagi ibu-ibu dalam memilih dan mengolah makanan yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga, diharapkan dapat mencapai tumbuh kembang fisik dan kecerdasan yang optimal.

Resep-resep pilihan yang terdapat di dalam buku mampu mengundang selera makan anak. Selain itu, dilengkapi juga dengan petunjuk dan penjelasan tentang otak anak serta kaitannya dengan gizi yang dibutuhkan dan pola pengasuhan yang tepat dalam mendukung kecerdasan anak



Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang turut memberikan kontribusi pada pembangunan suatu negara. Dari keluargalah lahir individu-individu yang nantinya akan berperan sebagai pelaku pembangunan. Sumber daya manusia yang handal akan menjadi modal utama berkembangnya suatu negara. Dalam hal ini keluarga, khususnya ibu, sangat berperan dalam membentuk sumber daya manusia tersebut.


Seorang ibu sebaiknya memiliki pengetahuan tentang pola pengasuhan bagi anak-anaknya agar dapat membentuk manusia yang berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan seorang ibu adalah dengan mencukupi kebutuhan lahir dan batin anak-anaknya. Kebutuhan lahir di antaranya kebutuhan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembang anak. Sebab, gizi yang baik akan dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pola makan yang baik akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak. Pasalnya, tubuh dan otak membutuhkan zat-zat gizi dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan berkualitas yang dikonsumsi ibu sewaktu hamil dan anak pada awal-awal masa kehidupan turut menentukan tingkat kecerdasan anak, di samping faktor hereditas (keturunan) dan faktor pengasuhan lain.

Pemilihan bahan makanan yang berkualitas dan teknik pengolahan yang bervariasi dapat membentuk prefensi anak terhadap makanan. Kebiasaan makan yang baik yang sudah terbentuk sejak anak-anak akan terbawa hingga dewasa.

Buku Menu Sehat untuk Kecerdasan Balita yang ditulis Dr. Ruslianti, M.Si & Dra. Mutiara Dahlia, M.Kes ini memberikan tuntunan bagi ibu-ibu dalam memilih dan mengolah makanan yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga, diharapkan dapat mencapai tumbuh kembang fisik dan kecerdasan yang optimal.

Resep-resep pilihan yang terdapat di dalam buku mampu mengundang selera makan anak. Selain itu, dilengkapi juga dengan petunjuk dan penjelasan tentang otak anak serta kaitannya dengan gizi yang dibutuhkan dan pola pengasuhan yang tepat dalam mendukung kecerdasan anak


0 ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tak lupa pula shalawat beriring salam kita ucapkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Makalah KDK II yang penulis angkat ini berjudul “Asuhan Keperawata pada Klien Dengan Gangguan Harga Diri”.

Banyak terlihat di sekitar kita oramg-orang yang mengalami gangguan terhadap harga dirinya, misalnya seseorang kehilangan percaya diri sehingga ia gagal dalam mencapai keinginannya . Oleh karna itu penulis ingin memaparkan tentang apa saja akibat yang bias terjadi karena harga diri rendah. Walaupun secara keseluruhan penulis menyadari dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan tugas ini guna menambah pengetahuan kami.

Agar makalah ini lebih kompleks, penulis sangat berharap agar pembaca dapat memberikan masukan yang membangun. Semoga makalah ini dapat bermamfaat dan dapat menambah wawasan keilmuan pembaca.



Pekanbaru, 30 Juni 2009


Penulis



ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN
GANGGUAN HARGA DIRI












Disusun oleh : Kelompok III
Ayu Astuti
Cici Permata Sari
Dwi Supriyanto
Nely Oktafiani
Nia Adlina
Siti Maryam
Wiretno Aprenaldi


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
PAYUNG NEGERI PEKANBARU
2009










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .…………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI ..……………………………………………………………………………………. ii
BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………... 1
A. Latar Belakang …………………………………………………………………………… 1
B. Tujuan ……………………………………………………………………………………. 1
BAB II. TINJAUAN TEORITIS …………………………………………………………………. 2
A. Pengertian Harga Diri ……………………………………………………………………. 2
B. Stressor Harga Diri ………………………………………………………………………. 3
C. Gangguan Harga Diri …………………………………………………………………….. 4
D. Harga Diri Rendah ……………………………………………………………………….. 5
E. Tanda dan Gejalanya …………………………………………………………………….. 5
F. Penyebab Harga Diri Rendah ……………………………………………………………. 6
G. Akibat Harga Diri Rendah ……………………………………………………………….. 7
H. Masalah dan Data Yang Perlu Dikaji ……………………………………………………. 8
I. Diagnosa Keperawatan …………………………………………………………………... 9
BAB III. KASUS …………………………………………………………………………………. 12
A. Identitas ………………………………………………………………………………….. 12
B. Riwayat Singkat …………………………………………………………………………. 12
C. Hasil Pemeriksaan ( obyektif ) …………………………………………………………... 12
D. Masalah Keperawatan …………………………………………………………………… 12
E. Diagnosis Keperawatan ………………………………………………………………….. 12
F. Nursing Care Plan ……………………………………………………………………….. 13
BAB IV. PENUTUP ……………………………………………………………………………… 21
A. Kesimpulan ……………………………………………………………………………… 21
B. Saran ……………………………………………………………………………………… 21
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….. 22




BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam hidup dan kehidupan kita sering dinasehati tentang kepemilikan harga diri. tiap manusia yang ada didunia ini pasti memiliki harga diri dan tentunya masing-masing orang selalu menginginkan harga diri yang tinggi.
Dalam proses pertumbuhan dan proses kehidupan kita, ternyata tidak mudah dalam membentuk sikap diri yang positif. Karena kita mungkin mempunyai pandangan yang tidak menyenangkan terhadap diri kita sendiri karena pengaruh komentar teman-teman, ortu, saudara atau orang lain. Bisa juga karena kita merasa gagal, tidak dapat berbuat apa-apa, merasa tidak dapat bertanggung jawab terhadap sesuatu yang ditugaskan, atau tidak bisa berkata jujur dan sebagainya.
Seorang perawat adalah sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum. Dalam menghadapi pasien, seorang perawat harus memahami perbedaan-perbedaan harga diri yang ingin dipertahankan oleh setiap pasien.
Perawat harus bertindak sopan , murah senyum, dan menjaga perasaan pasien. Ini harus dilakukan karena perawat adalah membantu dalam proses penyembuhan pasien bukan memperburuk keadaan. Dengan adanya saling percaya antara perawat dengan pasien maka diharapkan seorang perawat bisa menjalin hubungan yang lebih akrab dengan pasien.
Dengan hubungan baik ini, maka akan terjalin sikap saling menghormati dan menghargai diantara keduanya. Dengan demikian akan mempermudah perawat dalam melakukan asuhan keperawatan.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan pembaca baik di kalangan tenaga kesahatan maupun public.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk memenuhi nilai tugas mata pelajaran KDK II
b. Untuk memberikan pengetahuan baik kepada penulis maupun pembaca
c. Untuk memahami gangguan yang terjadi akibat dari harga diri rendah



BAB II. TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian Harga Diri

Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh prilaku memenuhi ideal diri (stuartand sundeen, 1991 ).

Frekuensi pencapaian tujuan akan menghasilkan harga diri yang rendah atau harga diri yang tinggi. Jika individu sering gagal, maka cenderung harga diri rendah. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. Aspek utama adalah dicintai dan menerima penghargaan dari orang lain ( Keliat, 1992 ).

Biasanya harga diri sangat rentan terganggu pada saat remaja dan usia lanjut, Dari hasil riset ditemukan bahwa masalah kesehatan fisik mengakibatkan harga diri rendah. Haraga diri tinggi terkait dengan ansietas yang rendah, efektif dalam kelompok dan diterima oleh orang lain. Sedangkan harga diri rendah terkait degan hubungan interpersonal yang buruk dan resiko terjadi depresi dan skizofrenia.

Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaannegatif terhadap diri sendiri termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Harga diri rendah dapat terjadi secara situasional ( trauma ) atau kronis ( negative self evaluasi yang telah berlangsung lama ). Dan dapat diekspresikan secara langsung atau tidak langsung ( nyata atau tidak nyata ). Menurut beberapa ahli dikemukakan factor-faktor yang mempengaruhi gangguan harga diri, seperti :

1. Perkembangan Individu.

Factor predisposisi dapat dimulai sjak masih bayi, seperti penolakan orang tua menyebabkan anak tidak merasa dicintai dan mengakibatkan anak gagal mencintai dirinya dan akan gagal untuk mencintai orang lain. Pada saat anak berkembang lebih besar, anak mengalami kurangnya pengakuan dan pujian dari orang tua dan orang yang dekat atau penting baginya. Ia merasa tidak adekuat karena selalu tidak dipercaya untuk mandiri, memutuskan sendiri akan bertanggung jawab terhadap perilakunya. Sikap orang tua yang terlalu mengatur dan mengontrol, membuat anak merasa tidak berguna.



2. Ideal diri tidak realistis.

Idnividu yang selalu dituntut untuk berhasil akan merasa tidak punya hak untuk gagaldan berbuat kesalahan. Ia membuat standart yang tidak dapat dicapai, seperti cita-cita yang terlalu tinggi dan tidak realistis. Yang pada kenyataan tidak dapat dicapai membuat individu menghukum diri sendiri dan akhirnya percaya diri akan hilang.

3. Ganguan Fisik Dan Mental.

Gangguan ini dapat membuat individu dan keluarga merasa rendah diri.

4. Sistem Keluarga yang Tidak Berfungsi.

Orang tua yang mempunyai harga diri yang rendah tidak mampu membangun harga diri anak denga baik. Orang tua member umpan baik yang negatif dan berulang-ulang akan merusak harga diri anak. Harga diri anak akan terganggu jika kemampuan menyelesaikan masalah tidak adekuat. Akhirnya anak memandang negatif terhadap pengalaman dan kemampuan dilingkungannya.

5. Pengalaman traumatic yang berulang, misalnya akibat aniaya fisik, emosi, seksual.

Penganiayaan yang dialami dapat berupa penganiayaan fisik, emosi, peperangan, bencana alam, kecelakaan atau perampokan. Individu merasa tidak mampu mengontrol lingkungan. Respon atau strategi untuk menghadapi trauma umumnya megingkari trauma, mengubah arti trauma, respon yang biasa efektif terganggu. Akibatnya koping yang biasanya berkembang adalah depresi yang denial pada trauma.

B. Stressor Harga Diri

• Kehilangan pekerjaan – diperlakukan kasar
• Kegagalan berulang – konflik dengan orang lain
• Dikucilkan – kelemahan seksual
• Ideal diri yang tidak realistis
• Ketergantungan pada orang lain
• Bercerai
• Diabaikan
• Diperkosa

C. Gangguan Harga Diri

Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terahadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mecapai keinginan. Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara :

1. Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu terjadi ( korban perkosaan, dituduh KKN, dipenjara tiba-tiba ).

a. Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya pemeriksaan fisik yang sembarangan pemasangan yang tidak sopan ( pengukuran pubis, pemasangan kateler pemeriksaan perincal ).
b. Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat / sakit / penyakit.
c. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan, berbagi tindakan tanpa persetujuan.

2. Kronik yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu sakit/dirawat klien ini mempunyai cara berpikir yang negatif. Kejadian sakit atau dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya.

Tanda dan gejala yang dapat dikaji :

1. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. Misalnya malu dan sedih karena rambut menjadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker.
2. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. Misalnya ini tidak akan terjadi jika saya segera kerumah sakit, menyalah gunakan / mengejek dan mengkritik diri sendiri.
3. Merendahkan martabat. Misalnya saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa.
4. Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain, lebih suka sendiri.
5. Percaya diri kurang. Klien suka mengambil keputusan, misalnya tentang memilih alternatif tindakan.
6. Mencederai diri. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan.

D. Harga Diri Rendah

Harga diri rendah merupakan evaluasi diri dari perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif baik langsung maupun tidak langsung. Pendapat senada dikemukakan oleh Carpenito, L.J (1998:352) bahwa harga diri rendah merupakan keadaan dimana individu mengalami evaluasi diri yang negatif mengenai diri atau kemampuan diri. Dari pendapat-pendapat diatas dapat dibuat kesimpulan, harga diri rendah adalah suatu perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya kepercayaan diri,dan gagal mencapai tujuan yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung, penurunan harga diri ini dapat bersifat situasional maupun kronis atau menahun.

E. Tanda dan Gejalanya

Menurut Carpineto, L.J ( 1998:352 ); Keliat, B.A ( 1994:20 ); perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah antara lain:

Data subjektif:
a. Mengkritik diri sendiri atau orang lain
b. Perasaan dirinya sangat penting yang berlebih-lebihan
c. Perasaan tidak mampu
d. Rasa bersalah
e. Sikap negative pada diri sendiri
f. Sikap pesimis pada kehidupan
g. Keluhan sakit fisik
h. Pandangan hidup yang terpolarisasi
i. Menolak kemampuan diri sendiri
j. Pengurangn diri/mengejek diri sendiri
k. Perasaan cemas dan takut
l. Merasionalisasi penolakan/menjauh dari umpan balik positif
m. Mengungkapkan kegagalan pribadi
n. Ketidak mampuan menentukan tujuan

Data objektif:
a. Produktivitas menurun
b. Perilaku destruktif pada diri sendiri
c. Perilaku destruktif pada orang lain
d. Penyalahgunaan zat
e. Menarik diridari hubungan social
f. Ekspresi wajah malu dan rasa bersalah
g. Menunjukkan tanda depresi ( sukar tidur dan sukar makan )
h. Tampak mudah tersinggung/mudah marah

F. Penyebab Harga Diri Rendah

Harga diri rendah sering disebabkan karena adanya koping indivindu yang tidak efektif akibat adanya kurang umpan balik positif, kurangnya system pendukung, kemunduran perkembangan ego, pengulangan umpan balik negative, disfungsi system keluarga serta terfiksasi pada tahap perkembangan awal ( Townsend, M.C,1998:366 ).

Menurut Carpenito, L.J (1998:82 ) koping indivindu tidak efektif adalah keadaan dimana seorang indivindu mengalami atau berisiko mengalami suatu ketidakmampuan dalam menangani stressor internal atau lingkungan dengan adekuat karena ketidakadekuatan sumber-sumber ( fisik, psikologis, perilaku atau kognitif ).

Sedangkan menurut Townsend, M.C ( 1998: 312 ) koping indivindu tidak efektif merupakan kelainan perilaku adaptif dan kemampuan memecahkan masalah seseorang dalam memenuhi tuntunan kehidupan dan peran.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat dibuat kesimpulan, individu yang mempunyai koping individu tidak efektif akan menunjukkan ketidak mampuan dalam menyesuaikan diri atau tidak dapat memecahkan masalah terhadap tuntutan hidup serta peran yang dihadapi. Adanya koping individu tidak efektif sering ditunjukkan dengan prilaku ( Carpenito,L.J, 1998:83; Townsend, M.C, 1998:313 ) sebagai berikut:

Data subjektif :
a. Mengungkapkan ketidak mampuan untuk mengatasi masalah atau meminta bantuan
b. Mengungkapkan perasaan khawatir dan cemas yang berkepanjangan
c. Mengungkapkan ketidak mampuan menjalankan peran

Data Objektif :
a. Perubahan partisipasi dalam masyarakat
b. Peningkatan ketergantungan
c. Memanipulasi orang lain disekitarnya untuk tujuan-tujuan memenuhi keinginan sendiri
d. Menolak mengikuti aturan-aturan yang berlaku
e. Perilaku destruktif yang diarahkan pada diri sendiri dan orang lain
f. Memanipulasi varbel/perubahan dalam pola komunikasi
g. Ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar
h. Penyalah gunaan obat terlarang

G. Akibat Harga Diri Rendah

Harga dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri, isolasi sosial menarik diri adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptif, mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial ( DepKes RI, 1998:336 ). Isolasi sosial menarik diri sering ditunjukkan dengan prilaku antara lain :


Data subjektif
a. Mengungkapkan enggan untuk memulai hubungan/pembicaraan
b. Mengungkapkan perasan malu untuk berhubungan dengan orang lain
c. Mengungkapkan kekwatiran terhadap penolakan oleh orang lain

Data Objektif
a. Kurang spontan ketika diajak bicara
b. Apatis
c. Ekspresi wajah kosong
d. Menurun/tidak adanya komunikasi verbal
e. Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara

H. Masalah dan Data yang Perlu Dikaji
Isolasi sosial : menarik diri
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
Berduka disfungsional
No Masalah Keperawatan Data Subyektif Data Obyektif
1 Isolasi sosial : menarik diri • Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi
• Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain
• Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain
• Ekspresi wajah kosong
• Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara
• Suara pelan dan tidak jelas
2 Gangguan konsep diri : harga diri rendah • Mengungkapkan ingin diakui jati dirinya
• Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli
• Mengungkapkan tidak bisa apa-apa
• Mengungkapkan dirinya tidak berguna
• Mengkritik diri sendiri
• Merusak diri sendiri
• Merusak orang lain
• Menarik diri dari hubungan sosial
• Tampak mudah tersinggung
• Tidak mau makan dan tidak tidur
• Perasaan malu
• Tidak nyaman jika jadi pusat perhatian
3 Berduka disfungsional • Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi
• Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas
• Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena diceraikan suaminya • Ekspresi wajah sedih
• Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara
• Suara pelan dan tidak jelas
• Tampak menangis


I. Diagnosa Keperawatan

1. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
2. Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional.




1. Rencana Tindakan Keperawatan

Diagnosa 1: Isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah

1. Tujuan umum :
Klien tidak terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah/klien akan meningkat harga dirinya.
2. Tujuan khusus :

1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tindakan :
1. Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, perkenalan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan topik pembicaraan)
2. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
3. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien
4. Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri

2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
Tindakan :
1. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
2. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien, utamakan memberi pujian yang realistis
3. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

3. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.
Tindakan :
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
2. Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah



4. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
Tindakan :
1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan
2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan

5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan
Tindakan :
1. Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan
2. Beri pujian atas keberhasilan klien
3. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah

6. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada
Tindakan :
1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien.
2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat.
3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.
4. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga















BAB III. KASUS

A. Identitas
Nama : Nn. I
Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : TKW
Alamat : Sukajadi
No. RM : 21044
Tanggal Pengkajian : 7 Juni 2009
RS / bangsal :

B. Riwayat singkat

Klien dibawa ke RSJ Tampan dengan diantar oleh keluarga dengan alasan berdiam diri, menangis sendiri, sering memecahkan peralatan rumah tangga, tidak mau makan dan mengeluh sering mendengarkan suara-suara yang menakutkan. Sebelumnya klien memang mengalami syok yang hebat, ia sebelumnya pernah bekerja menjadi TKI di Malaysia. Pada saat ia pulang ke Indonesia kondisinya memang sangat memprihatinkan, ia di perkosa oleh majikannya sendiri dan dilakukan berulang-ulang oleh sang majikan. Pada saat dilakukan pengkajian terhadap klien, klien tampak mengalami syok dan sering berdiam diri.
C. Hasil Pemeriksaan (obyetif)

TD : 100/60 mmHg
Nadi : 92 x/menit
BB : 40 kg
Pada pasien didapatkan afek datar, blocking.

D. Masalah Keperawatan
Merasa harga diri rendah dan tidak berharga.
E. Diagnosis Keperawatan
1. Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
2. Isolasi Sosial : Menarik Diri

I.Nursing Care Plan
Diagnosa keperawatan I : Resiko tinggi perilaku kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran
Tujuan umum : Klien dapat mengendalikan halusinasinya.
TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
Intervensi
1. Bina hubungan saling percaya
• Salam terapeutik
• Perkenalkan diri
• Jelaskan tujuan interaksi
• Buat kontrak yang jelas
• Menerima klien apa adanya
• Kontak mata positif
• Ciptakan lingkungan yang terapeutik
2. Dorong klien dan beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya
3. Dengarkan ungkapan klien dengan rasa empati.
Rasional:
1. Hubungan saling percaya sebagai dasar interaksi yang terapeutik antara perawat dan klien
2. Ungkapan perasaan oleh klien sebagai bukti bahwa klien mempercayai perawat
3. Empati perawat akan meningkatkan hubungan terapeutik perawat-klien
Evaluasi:
Klien dapat mengungkapkan perasaannya dan kondisinya secara verbal

TUK 2 : Klien dapat mengenali halusinasinya
Intervensi :
1. Adakan kontak secara sering dan singkat
2. Observasi tingkah laku verbal dan non verbal klien yang terkait dengan halusinasi (sikap seperti mendengarkan sesuatu, bicara atau tertawa sendiri, terdiam di tengah – tengah pembicaraan).
3. Terima halusinasi sebagai hal yang nyata bagi klien dan tidak nyata bagi perawat.
4. Identifikasi bersama klien tentang waktu munculnya halusinasi, isi halusinasi dan frekuensi timbulnya halusinasi.
5. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya ketika halusinasi muncul.
6. Diskusikan dengan klien mengenai perasaannya saat terjadi halusinasi.
Rasional :
1. Mengurangi waktu kosong bagi klien untuk menyendiri.
2. Mengumpulkan data intervensi terkait dengan halusinasi.
3. Memperkenalkan hal yang merupakan realita pada klien.
4. Melibatkan klien dalam memperkenalkan halusinasinya.
5. Mengetahui koping klien sebagai data intervensi keperawatan selanjutnya.
6. Membantu klien mengenali tingkah lakunya saat halusinasi.
Evaluasi :
1. Klien dapat membedakan hal yang nyata dan yang tidak setelah 3-4 kali pertemuan dengan menceritakan hal – hal yang nyata.
2. Klien dapat menyebutkan situasi, isi dan waktu timbulnya halusinasi setelah 3 kali pertemuan.
3. Klien dapat mengungkapkan respon perilakunya saat halusinasi terjadi setelah 2 kali pertemuan.

TUK 3 : Klien dapat mengendalikan halusinasinya
Intervensi :
1. Identifikasi tindakan klien yang positif.
2. Beri pujian atas tindakan klien yang positif.
3. Bersama klien rencanakan kegiatan untuk mencegah terjadinya halusinasi.
4. Diskusikan ajarkan cara mengatasi halusinasi.
5. Dorong klien untuk memilih cara yang disukai untuk mengontrol halusinasi.
6. Beri pujian atas pilihan klien yang tepat.
7. Dorong klien untuk melakukan tindakan yang telah dipilih.
8. Diskusikan dengan klien hasil atau upaya yang telah dilakukan.
9. Beri penguatan atas upaya yang telah berhasil dilakukan dan beri solusi jika ada keluhan klien tentang cara yang dipilih.
Rasional :
1. Mengetahui cara – cara klien mengatasi halusinasi baik yang positif maupun yang negatif.
2. Menghargai respon atau upaya klien.
3. Melibatkan klien dalam menentukan rencana intervensi.
4. Memberikan informasi dan alternatif cara mengatasi halusinasi pada klien.
5. Memberi kesempatan pada klien untuk memilihkan cara sesuai kehendak dan kemampuannya.
6. Meningkatkan rasa percaya diri klien.
7. Motivasi respon klien atas upaya yang telah dilakukan.
8. Melibatkan klien dalam menghadapi masalah halusinasi lanjutan
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan dan saat halusinasi terjadi setelah dua kali pertemuan.
2. Klien dapat menyebutkan 2 dari 3 cara mengatasi halusinasi.

TUK 4 : Klien dapat menggunakan obat untuk mengontrol halusinasinya.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan klien tentang obat untuk mengontrol halusinasinya.
2. Bantu klien untuk memutuskan bahwa klien minum obat sesuai program dokter.
3. Observasi tanda dan gejala terkait efek dan efek samping.
4. Diskusikan dengan dokter tentang efek dan efek samping obat
Rasional :
1. Memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan klien tentang efek obat terhadap halusinasinya.
2. Memastikan klien meminum obat secara teratur.
3. Mengobservasi efektivitas program pengobatan.
4. Memastikan efek obat – obatan yang tidak diharapkan terhadap klien.
Evaluasi :
Klien meminum obat secara teratur sesuai instruksi dokter.

TUK 5 : Klien mendapat dukungan keluarga dalam mengendalikan halusinasi.
Intervensi :
1. Bina hubungan saling percaya dengan klien.
2. Kaji pengetahuan keluarga tentang halusinasi dan tindakan yang dilakukan keluarga dalam merawat klien.
3. Beri penguatan positif atas upaya yang baik dalam merawat klien.
4. Diskusikan dan ajarkan dengan keluarga tentang : halusinasi, tanda – tanda dan cara merawat halusinasi.
5. Beri pujian atas upaya keluarga yang positif.
Rasional :
1. Sebagai upaya membina hubungan terapeutik dengan keluarga.
2. Mencari data awal untuk menentukan intervensi selanjutnya.
3. Penguatan untuk menghargai upaya keluarga.
4. Memberikan informasi dan mengajarkan keluarga tentang halusinasi dan cara merawat klien.
5. Pujian untuk menghargai keluarga.
Evaluasi :
1. Keluarga dapat menyebutkan cara – cara merawat klien halusinasi.

Diagnosa keperawatan 2 Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah.
Tujuan umum : Klien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.
TUK 1 : Klien dapat memperluas kesadaran diri.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya.
2. Diskusikan kelemahan yang dimiliki klien.
3. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan.
4. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutupi dengan kelebihan yang dimiliki klien.
5. Anjurkan klien untuk lebih meningkatkan kelebihan yang dimiliki klien.
6. Beritahukan bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki.
Rasional :
1. Mengidentifikasikan hal – hal positif yang masih dimiliki klien.
2. Mengingatkan klien bahwa ia manusia biasa yang mempunyai kekurangan.
3. Menghadirkan realita pada klien.
4. Memberikan harapan pada klien.
5. Memberikan kesempatan berhasil lebih tinggi.
6. Agar klien tidak merasa putus asa.
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 kali pertemuan.
2. Klien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk mencapai keberhasilan.
TUK 2 : Klien dapat menyelidiki dirinya.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan klien ideal dirinya, apa harapan selama di RS, rencana klien setelah pulang dan apa cita – cita yang ingin dicapai.
2. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya.
3. Beri kesempatan klien untuk berhasil.
4. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai.
Rasional :
1. Untuk mengetahui sampai dimana realistis dari harapan klien.
2. Membantu klien membentuk harapan yang realistis.
3. Meningkatkan percaya diri klien.
4. Meningkatkan penghargaan terhadap perilaku yang positif.
Evaluasi :
Klien dapat menyebutkan cita-cita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 kali pertemuan.

TUK 3 : Klien dapat mengevaluasi dirinya.
Intervensi :
1. Bantu klien mengidentifikasi kegiatan atau yang berhasil dicapainya.
2. Kaji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan tersebut.
3. Bicarakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab – sebab kegagalan.
4. Kaji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan cara mengatasinya.
5. Jelaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.


Rasional :
1. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal.
2. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri.
3. Mengetahui apakah kegagalan tersebut mempengaruhi klien.
4. Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien.
5. Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha.
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 kali pertemuan.
2. Klien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah 4 kali pertemuan.
TUK 4 : Klien dapat membuat rencana yang realistis.
Intervensi :
1. Bantu klien merumuskan tujuan yang ingin dicapainya.
2. Diskusikan dengan klien tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan klien.
3. Bantu klien memilih priotitas tujuan yang mungkin dapat dicapainya.
4. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih.
5. Tunjukkan keterampilan dan keberhasilan yang telah dicapai klien.
6. Ikut sertakan klien dalam kegiatan aktivitas kelompok.
7. Beri reinforcement positif bila klien mau mengikuti kegiatan kelompok.
Rasional :
1. Agar klien tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki.
2. Mempertahankan klien untuk tetap realistis.
3. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan.
4. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien.
5. Memberikan penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai.
6. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya.
7. Meningkatkan harga diri klien.
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan tujuan yang ingin dicapai setelah 1 kali pertemuan.
2. Klien dapat membuat keputusan dan mencapai tujuan setelah 1 kali pertemuan.
TUK 5 : Klien dapat dukungan keluarga yang meningkatkan harga dirinya.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan keluarga tanda – tanda harga diri rendah.
2. Anjurkan setiap anggota keluarga untuk mengenal dan menghargai klien tidak mengejek, tidak menjauhi.
3. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan kesempatan berhasil pada klien.
4. Anjurkan pada keluarga untuk menerima klien apa adanya.
5. Anjurkan keluarga untuk melibatkan klien dalam setiap pertemuan keluarga.
Rasional :
1. Mengantisipasi masalah yang timbul.
2. Menyiapkan support sistem yang akurat.
3. Memberikan kesempatan pada klien untuk sukses.
4. Membantu meningkatkan harga diri klien.
5. Meningkatkan interaksi klien dengan anggota keluarga.
Evaluasi :
1. Keluarga dapat menyebutkan tanda – tanda harga diri rendah.
• Mengatakan diri tidak berharga
• Tidak berguna dan tidak mampu
• Pesimis dan menarik diri dari realita
2. Keluarga dapat berespon dan memperlakukan klien secara tepat setelah 2 kali pertemuan.
BAB IV. PENUTUP

A. Kesimpulan
Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan ( Townsend, 1998 ).
Menurut Schult & Videbeck ( 1998 ), gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung
Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. (Budi Ana Keliat, 1999).
Jadi dapat disimpulkan bahwa perasaan negatif terhadap diri sendiri yang dapat diekspresikan secara langsung dan tak langsung.hal ini ditandai dengan adanya upaya menarik diri dari lingkungannya,yang disebabkan dari harga diri rendah yaitu berduka disfungsional.

B. Saran
Bermutu atau tidaknya pelayanan Keperawatan di suatu Rumah Sakit sangat bergantung pada kerjasama antar Perawat itu sendiri. Apabila tidak adanya suatu hubungan yang baik antara sesama anggota dan klien maka akan sulit membangun kepercayaan masyarakat dalam Asuhan Keperawatan yang diberikan. Agar kinerja dalam keperawatan berjalan dengan efektif maka seorang perawat juga perlu memahami setiap karakter yang berbeda dari setiap klien. Selain dapat memberikan hasil kerja yang terbaik, dalam memberikan Asuhan Keperawatan juga dapat dilakukan dengan lancar.













DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L.J. 1998. Buku saku Diagnosa keperawatan (terjemahan), edisi 8. EGC: Jakarta.
DepKes RI. 1989. Petunjuk Teknik Asuhan Keperawatan Paasien Gangguan Skizofrenia. Direktorat Kesehatan Jiwa: Jakarta.
Imron. 2009. Gangguan Jiwa. http://www.imron46.co.cc/2009/02/gangguan-konsep-diri-harga-diri-rendah.html. Diperoleh Tanggal 8 Juni 2009.
Keliat, B.A. 1994. Seri Keperawatan Gangguan Konsep Diri. EGC: Jakarta.
Sabiah, S.Kp. 2003. Konsep Diri. http://duniapsikologi.dagdigdug.com/files/2008/12/konsep-diri.pdf. Diperoleh Tanggal 8 Juni 2009.
Stuart, G.W & sundeen, S.J. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa (terjemahan), Edisi 3. EGC: Jakarta.
Townsend, M.C. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikitari (terjemahan), Edisi 3. EGC: Jakarta.





KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tak lupa pula shalawat beriring salam kita ucapkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Makalah KDK II yang penulis angkat ini berjudul “Asuhan Keperawata pada Klien Dengan Gangguan Harga Diri”.

Banyak terlihat di sekitar kita oramg-orang yang mengalami gangguan terhadap harga dirinya, misalnya seseorang kehilangan percaya diri sehingga ia gagal dalam mencapai keinginannya . Oleh karna itu penulis ingin memaparkan tentang apa saja akibat yang bias terjadi karena harga diri rendah. Walaupun secara keseluruhan penulis menyadari dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan tugas ini guna menambah pengetahuan kami.

Agar makalah ini lebih kompleks, penulis sangat berharap agar pembaca dapat memberikan masukan yang membangun. Semoga makalah ini dapat bermamfaat dan dapat menambah wawasan keilmuan pembaca.



Pekanbaru, 30 Juni 2009


Penulis



ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN
GANGGUAN HARGA DIRI












Disusun oleh : Kelompok III
Ayu Astuti
Cici Permata Sari
Dwi Supriyanto
Nely Oktafiani
Nia Adlina
Siti Maryam
Wiretno Aprenaldi


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
PAYUNG NEGERI PEKANBARU
2009










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .…………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI ..……………………………………………………………………………………. ii
BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………... 1
A. Latar Belakang …………………………………………………………………………… 1
B. Tujuan ……………………………………………………………………………………. 1
BAB II. TINJAUAN TEORITIS …………………………………………………………………. 2
A. Pengertian Harga Diri ……………………………………………………………………. 2
B. Stressor Harga Diri ………………………………………………………………………. 3
C. Gangguan Harga Diri …………………………………………………………………….. 4
D. Harga Diri Rendah ……………………………………………………………………….. 5
E. Tanda dan Gejalanya …………………………………………………………………….. 5
F. Penyebab Harga Diri Rendah ……………………………………………………………. 6
G. Akibat Harga Diri Rendah ……………………………………………………………….. 7
H. Masalah dan Data Yang Perlu Dikaji ……………………………………………………. 8
I. Diagnosa Keperawatan …………………………………………………………………... 9
BAB III. KASUS …………………………………………………………………………………. 12
A. Identitas ………………………………………………………………………………….. 12
B. Riwayat Singkat …………………………………………………………………………. 12
C. Hasil Pemeriksaan ( obyektif ) …………………………………………………………... 12
D. Masalah Keperawatan …………………………………………………………………… 12
E. Diagnosis Keperawatan ………………………………………………………………….. 12
F. Nursing Care Plan ……………………………………………………………………….. 13
BAB IV. PENUTUP ……………………………………………………………………………… 21
A. Kesimpulan ……………………………………………………………………………… 21
B. Saran ……………………………………………………………………………………… 21
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….. 22




BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam hidup dan kehidupan kita sering dinasehati tentang kepemilikan harga diri. tiap manusia yang ada didunia ini pasti memiliki harga diri dan tentunya masing-masing orang selalu menginginkan harga diri yang tinggi.
Dalam proses pertumbuhan dan proses kehidupan kita, ternyata tidak mudah dalam membentuk sikap diri yang positif. Karena kita mungkin mempunyai pandangan yang tidak menyenangkan terhadap diri kita sendiri karena pengaruh komentar teman-teman, ortu, saudara atau orang lain. Bisa juga karena kita merasa gagal, tidak dapat berbuat apa-apa, merasa tidak dapat bertanggung jawab terhadap sesuatu yang ditugaskan, atau tidak bisa berkata jujur dan sebagainya.
Seorang perawat adalah sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum. Dalam menghadapi pasien, seorang perawat harus memahami perbedaan-perbedaan harga diri yang ingin dipertahankan oleh setiap pasien.
Perawat harus bertindak sopan , murah senyum, dan menjaga perasaan pasien. Ini harus dilakukan karena perawat adalah membantu dalam proses penyembuhan pasien bukan memperburuk keadaan. Dengan adanya saling percaya antara perawat dengan pasien maka diharapkan seorang perawat bisa menjalin hubungan yang lebih akrab dengan pasien.
Dengan hubungan baik ini, maka akan terjalin sikap saling menghormati dan menghargai diantara keduanya. Dengan demikian akan mempermudah perawat dalam melakukan asuhan keperawatan.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan pembaca baik di kalangan tenaga kesahatan maupun public.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk memenuhi nilai tugas mata pelajaran KDK II
b. Untuk memberikan pengetahuan baik kepada penulis maupun pembaca
c. Untuk memahami gangguan yang terjadi akibat dari harga diri rendah



BAB II. TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian Harga Diri

Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh prilaku memenuhi ideal diri (stuartand sundeen, 1991 ).

Frekuensi pencapaian tujuan akan menghasilkan harga diri yang rendah atau harga diri yang tinggi. Jika individu sering gagal, maka cenderung harga diri rendah. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. Aspek utama adalah dicintai dan menerima penghargaan dari orang lain ( Keliat, 1992 ).

Biasanya harga diri sangat rentan terganggu pada saat remaja dan usia lanjut, Dari hasil riset ditemukan bahwa masalah kesehatan fisik mengakibatkan harga diri rendah. Haraga diri tinggi terkait dengan ansietas yang rendah, efektif dalam kelompok dan diterima oleh orang lain. Sedangkan harga diri rendah terkait degan hubungan interpersonal yang buruk dan resiko terjadi depresi dan skizofrenia.

Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaannegatif terhadap diri sendiri termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Harga diri rendah dapat terjadi secara situasional ( trauma ) atau kronis ( negative self evaluasi yang telah berlangsung lama ). Dan dapat diekspresikan secara langsung atau tidak langsung ( nyata atau tidak nyata ). Menurut beberapa ahli dikemukakan factor-faktor yang mempengaruhi gangguan harga diri, seperti :

1. Perkembangan Individu.

Factor predisposisi dapat dimulai sjak masih bayi, seperti penolakan orang tua menyebabkan anak tidak merasa dicintai dan mengakibatkan anak gagal mencintai dirinya dan akan gagal untuk mencintai orang lain. Pada saat anak berkembang lebih besar, anak mengalami kurangnya pengakuan dan pujian dari orang tua dan orang yang dekat atau penting baginya. Ia merasa tidak adekuat karena selalu tidak dipercaya untuk mandiri, memutuskan sendiri akan bertanggung jawab terhadap perilakunya. Sikap orang tua yang terlalu mengatur dan mengontrol, membuat anak merasa tidak berguna.



2. Ideal diri tidak realistis.

Idnividu yang selalu dituntut untuk berhasil akan merasa tidak punya hak untuk gagaldan berbuat kesalahan. Ia membuat standart yang tidak dapat dicapai, seperti cita-cita yang terlalu tinggi dan tidak realistis. Yang pada kenyataan tidak dapat dicapai membuat individu menghukum diri sendiri dan akhirnya percaya diri akan hilang.

3. Ganguan Fisik Dan Mental.

Gangguan ini dapat membuat individu dan keluarga merasa rendah diri.

4. Sistem Keluarga yang Tidak Berfungsi.

Orang tua yang mempunyai harga diri yang rendah tidak mampu membangun harga diri anak denga baik. Orang tua member umpan baik yang negatif dan berulang-ulang akan merusak harga diri anak. Harga diri anak akan terganggu jika kemampuan menyelesaikan masalah tidak adekuat. Akhirnya anak memandang negatif terhadap pengalaman dan kemampuan dilingkungannya.

5. Pengalaman traumatic yang berulang, misalnya akibat aniaya fisik, emosi, seksual.

Penganiayaan yang dialami dapat berupa penganiayaan fisik, emosi, peperangan, bencana alam, kecelakaan atau perampokan. Individu merasa tidak mampu mengontrol lingkungan. Respon atau strategi untuk menghadapi trauma umumnya megingkari trauma, mengubah arti trauma, respon yang biasa efektif terganggu. Akibatnya koping yang biasanya berkembang adalah depresi yang denial pada trauma.

B. Stressor Harga Diri

• Kehilangan pekerjaan – diperlakukan kasar
• Kegagalan berulang – konflik dengan orang lain
• Dikucilkan – kelemahan seksual
• Ideal diri yang tidak realistis
• Ketergantungan pada orang lain
• Bercerai
• Diabaikan
• Diperkosa

C. Gangguan Harga Diri

Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terahadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mecapai keinginan. Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara :

1. Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu terjadi ( korban perkosaan, dituduh KKN, dipenjara tiba-tiba ).

a. Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya pemeriksaan fisik yang sembarangan pemasangan yang tidak sopan ( pengukuran pubis, pemasangan kateler pemeriksaan perincal ).
b. Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat / sakit / penyakit.
c. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan, berbagi tindakan tanpa persetujuan.

2. Kronik yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu sakit/dirawat klien ini mempunyai cara berpikir yang negatif. Kejadian sakit atau dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya.

Tanda dan gejala yang dapat dikaji :

1. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. Misalnya malu dan sedih karena rambut menjadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker.
2. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. Misalnya ini tidak akan terjadi jika saya segera kerumah sakit, menyalah gunakan / mengejek dan mengkritik diri sendiri.
3. Merendahkan martabat. Misalnya saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa.
4. Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain, lebih suka sendiri.
5. Percaya diri kurang. Klien suka mengambil keputusan, misalnya tentang memilih alternatif tindakan.
6. Mencederai diri. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan.

D. Harga Diri Rendah

Harga diri rendah merupakan evaluasi diri dari perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif baik langsung maupun tidak langsung. Pendapat senada dikemukakan oleh Carpenito, L.J (1998:352) bahwa harga diri rendah merupakan keadaan dimana individu mengalami evaluasi diri yang negatif mengenai diri atau kemampuan diri. Dari pendapat-pendapat diatas dapat dibuat kesimpulan, harga diri rendah adalah suatu perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya kepercayaan diri,dan gagal mencapai tujuan yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung, penurunan harga diri ini dapat bersifat situasional maupun kronis atau menahun.

E. Tanda dan Gejalanya

Menurut Carpineto, L.J ( 1998:352 ); Keliat, B.A ( 1994:20 ); perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah antara lain:

Data subjektif:
a. Mengkritik diri sendiri atau orang lain
b. Perasaan dirinya sangat penting yang berlebih-lebihan
c. Perasaan tidak mampu
d. Rasa bersalah
e. Sikap negative pada diri sendiri
f. Sikap pesimis pada kehidupan
g. Keluhan sakit fisik
h. Pandangan hidup yang terpolarisasi
i. Menolak kemampuan diri sendiri
j. Pengurangn diri/mengejek diri sendiri
k. Perasaan cemas dan takut
l. Merasionalisasi penolakan/menjauh dari umpan balik positif
m. Mengungkapkan kegagalan pribadi
n. Ketidak mampuan menentukan tujuan

Data objektif:
a. Produktivitas menurun
b. Perilaku destruktif pada diri sendiri
c. Perilaku destruktif pada orang lain
d. Penyalahgunaan zat
e. Menarik diridari hubungan social
f. Ekspresi wajah malu dan rasa bersalah
g. Menunjukkan tanda depresi ( sukar tidur dan sukar makan )
h. Tampak mudah tersinggung/mudah marah

F. Penyebab Harga Diri Rendah

Harga diri rendah sering disebabkan karena adanya koping indivindu yang tidak efektif akibat adanya kurang umpan balik positif, kurangnya system pendukung, kemunduran perkembangan ego, pengulangan umpan balik negative, disfungsi system keluarga serta terfiksasi pada tahap perkembangan awal ( Townsend, M.C,1998:366 ).

Menurut Carpenito, L.J (1998:82 ) koping indivindu tidak efektif adalah keadaan dimana seorang indivindu mengalami atau berisiko mengalami suatu ketidakmampuan dalam menangani stressor internal atau lingkungan dengan adekuat karena ketidakadekuatan sumber-sumber ( fisik, psikologis, perilaku atau kognitif ).

Sedangkan menurut Townsend, M.C ( 1998: 312 ) koping indivindu tidak efektif merupakan kelainan perilaku adaptif dan kemampuan memecahkan masalah seseorang dalam memenuhi tuntunan kehidupan dan peran.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat dibuat kesimpulan, individu yang mempunyai koping individu tidak efektif akan menunjukkan ketidak mampuan dalam menyesuaikan diri atau tidak dapat memecahkan masalah terhadap tuntutan hidup serta peran yang dihadapi. Adanya koping individu tidak efektif sering ditunjukkan dengan prilaku ( Carpenito,L.J, 1998:83; Townsend, M.C, 1998:313 ) sebagai berikut:

Data subjektif :
a. Mengungkapkan ketidak mampuan untuk mengatasi masalah atau meminta bantuan
b. Mengungkapkan perasaan khawatir dan cemas yang berkepanjangan
c. Mengungkapkan ketidak mampuan menjalankan peran

Data Objektif :
a. Perubahan partisipasi dalam masyarakat
b. Peningkatan ketergantungan
c. Memanipulasi orang lain disekitarnya untuk tujuan-tujuan memenuhi keinginan sendiri
d. Menolak mengikuti aturan-aturan yang berlaku
e. Perilaku destruktif yang diarahkan pada diri sendiri dan orang lain
f. Memanipulasi varbel/perubahan dalam pola komunikasi
g. Ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar
h. Penyalah gunaan obat terlarang

G. Akibat Harga Diri Rendah

Harga dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri, isolasi sosial menarik diri adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptif, mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial ( DepKes RI, 1998:336 ). Isolasi sosial menarik diri sering ditunjukkan dengan prilaku antara lain :


Data subjektif
a. Mengungkapkan enggan untuk memulai hubungan/pembicaraan
b. Mengungkapkan perasan malu untuk berhubungan dengan orang lain
c. Mengungkapkan kekwatiran terhadap penolakan oleh orang lain

Data Objektif
a. Kurang spontan ketika diajak bicara
b. Apatis
c. Ekspresi wajah kosong
d. Menurun/tidak adanya komunikasi verbal
e. Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara

H. Masalah dan Data yang Perlu Dikaji
Isolasi sosial : menarik diri
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
Berduka disfungsional
No Masalah Keperawatan Data Subyektif Data Obyektif
1 Isolasi sosial : menarik diri • Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi
• Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain
• Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain
• Ekspresi wajah kosong
• Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara
• Suara pelan dan tidak jelas
2 Gangguan konsep diri : harga diri rendah • Mengungkapkan ingin diakui jati dirinya
• Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli
• Mengungkapkan tidak bisa apa-apa
• Mengungkapkan dirinya tidak berguna
• Mengkritik diri sendiri
• Merusak diri sendiri
• Merusak orang lain
• Menarik diri dari hubungan sosial
• Tampak mudah tersinggung
• Tidak mau makan dan tidak tidur
• Perasaan malu
• Tidak nyaman jika jadi pusat perhatian
3 Berduka disfungsional • Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi
• Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas
• Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena diceraikan suaminya • Ekspresi wajah sedih
• Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara
• Suara pelan dan tidak jelas
• Tampak menangis


I. Diagnosa Keperawatan

1. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
2. Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional.




1. Rencana Tindakan Keperawatan

Diagnosa 1: Isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah

1. Tujuan umum :
Klien tidak terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah/klien akan meningkat harga dirinya.
2. Tujuan khusus :

1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tindakan :
1. Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, perkenalan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan topik pembicaraan)
2. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
3. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien
4. Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri

2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
Tindakan :
1. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
2. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien, utamakan memberi pujian yang realistis
3. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

3. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.
Tindakan :
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
2. Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah



4. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
Tindakan :
1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan
2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan

5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan
Tindakan :
1. Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan
2. Beri pujian atas keberhasilan klien
3. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah

6. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada
Tindakan :
1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien.
2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat.
3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.
4. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga















BAB III. KASUS

A. Identitas
Nama : Nn. I
Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : TKW
Alamat : Sukajadi
No. RM : 21044
Tanggal Pengkajian : 7 Juni 2009
RS / bangsal :

B. Riwayat singkat

Klien dibawa ke RSJ Tampan dengan diantar oleh keluarga dengan alasan berdiam diri, menangis sendiri, sering memecahkan peralatan rumah tangga, tidak mau makan dan mengeluh sering mendengarkan suara-suara yang menakutkan. Sebelumnya klien memang mengalami syok yang hebat, ia sebelumnya pernah bekerja menjadi TKI di Malaysia. Pada saat ia pulang ke Indonesia kondisinya memang sangat memprihatinkan, ia di perkosa oleh majikannya sendiri dan dilakukan berulang-ulang oleh sang majikan. Pada saat dilakukan pengkajian terhadap klien, klien tampak mengalami syok dan sering berdiam diri.
C. Hasil Pemeriksaan (obyetif)

TD : 100/60 mmHg
Nadi : 92 x/menit
BB : 40 kg
Pada pasien didapatkan afek datar, blocking.

D. Masalah Keperawatan
Merasa harga diri rendah dan tidak berharga.
E. Diagnosis Keperawatan
1. Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
2. Isolasi Sosial : Menarik Diri

I.Nursing Care Plan
Diagnosa keperawatan I : Resiko tinggi perilaku kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran
Tujuan umum : Klien dapat mengendalikan halusinasinya.
TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
Intervensi
1. Bina hubungan saling percaya
• Salam terapeutik
• Perkenalkan diri
• Jelaskan tujuan interaksi
• Buat kontrak yang jelas
• Menerima klien apa adanya
• Kontak mata positif
• Ciptakan lingkungan yang terapeutik
2. Dorong klien dan beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya
3. Dengarkan ungkapan klien dengan rasa empati.
Rasional:
1. Hubungan saling percaya sebagai dasar interaksi yang terapeutik antara perawat dan klien
2. Ungkapan perasaan oleh klien sebagai bukti bahwa klien mempercayai perawat
3. Empati perawat akan meningkatkan hubungan terapeutik perawat-klien
Evaluasi:
Klien dapat mengungkapkan perasaannya dan kondisinya secara verbal

TUK 2 : Klien dapat mengenali halusinasinya
Intervensi :
1. Adakan kontak secara sering dan singkat
2. Observasi tingkah laku verbal dan non verbal klien yang terkait dengan halusinasi (sikap seperti mendengarkan sesuatu, bicara atau tertawa sendiri, terdiam di tengah – tengah pembicaraan).
3. Terima halusinasi sebagai hal yang nyata bagi klien dan tidak nyata bagi perawat.
4. Identifikasi bersama klien tentang waktu munculnya halusinasi, isi halusinasi dan frekuensi timbulnya halusinasi.
5. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya ketika halusinasi muncul.
6. Diskusikan dengan klien mengenai perasaannya saat terjadi halusinasi.
Rasional :
1. Mengurangi waktu kosong bagi klien untuk menyendiri.
2. Mengumpulkan data intervensi terkait dengan halusinasi.
3. Memperkenalkan hal yang merupakan realita pada klien.
4. Melibatkan klien dalam memperkenalkan halusinasinya.
5. Mengetahui koping klien sebagai data intervensi keperawatan selanjutnya.
6. Membantu klien mengenali tingkah lakunya saat halusinasi.
Evaluasi :
1. Klien dapat membedakan hal yang nyata dan yang tidak setelah 3-4 kali pertemuan dengan menceritakan hal – hal yang nyata.
2. Klien dapat menyebutkan situasi, isi dan waktu timbulnya halusinasi setelah 3 kali pertemuan.
3. Klien dapat mengungkapkan respon perilakunya saat halusinasi terjadi setelah 2 kali pertemuan.

TUK 3 : Klien dapat mengendalikan halusinasinya
Intervensi :
1. Identifikasi tindakan klien yang positif.
2. Beri pujian atas tindakan klien yang positif.
3. Bersama klien rencanakan kegiatan untuk mencegah terjadinya halusinasi.
4. Diskusikan ajarkan cara mengatasi halusinasi.
5. Dorong klien untuk memilih cara yang disukai untuk mengontrol halusinasi.
6. Beri pujian atas pilihan klien yang tepat.
7. Dorong klien untuk melakukan tindakan yang telah dipilih.
8. Diskusikan dengan klien hasil atau upaya yang telah dilakukan.
9. Beri penguatan atas upaya yang telah berhasil dilakukan dan beri solusi jika ada keluhan klien tentang cara yang dipilih.
Rasional :
1. Mengetahui cara – cara klien mengatasi halusinasi baik yang positif maupun yang negatif.
2. Menghargai respon atau upaya klien.
3. Melibatkan klien dalam menentukan rencana intervensi.
4. Memberikan informasi dan alternatif cara mengatasi halusinasi pada klien.
5. Memberi kesempatan pada klien untuk memilihkan cara sesuai kehendak dan kemampuannya.
6. Meningkatkan rasa percaya diri klien.
7. Motivasi respon klien atas upaya yang telah dilakukan.
8. Melibatkan klien dalam menghadapi masalah halusinasi lanjutan
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan dan saat halusinasi terjadi setelah dua kali pertemuan.
2. Klien dapat menyebutkan 2 dari 3 cara mengatasi halusinasi.

TUK 4 : Klien dapat menggunakan obat untuk mengontrol halusinasinya.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan klien tentang obat untuk mengontrol halusinasinya.
2. Bantu klien untuk memutuskan bahwa klien minum obat sesuai program dokter.
3. Observasi tanda dan gejala terkait efek dan efek samping.
4. Diskusikan dengan dokter tentang efek dan efek samping obat
Rasional :
1. Memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan klien tentang efek obat terhadap halusinasinya.
2. Memastikan klien meminum obat secara teratur.
3. Mengobservasi efektivitas program pengobatan.
4. Memastikan efek obat – obatan yang tidak diharapkan terhadap klien.
Evaluasi :
Klien meminum obat secara teratur sesuai instruksi dokter.

TUK 5 : Klien mendapat dukungan keluarga dalam mengendalikan halusinasi.
Intervensi :
1. Bina hubungan saling percaya dengan klien.
2. Kaji pengetahuan keluarga tentang halusinasi dan tindakan yang dilakukan keluarga dalam merawat klien.
3. Beri penguatan positif atas upaya yang baik dalam merawat klien.
4. Diskusikan dan ajarkan dengan keluarga tentang : halusinasi, tanda – tanda dan cara merawat halusinasi.
5. Beri pujian atas upaya keluarga yang positif.
Rasional :
1. Sebagai upaya membina hubungan terapeutik dengan keluarga.
2. Mencari data awal untuk menentukan intervensi selanjutnya.
3. Penguatan untuk menghargai upaya keluarga.
4. Memberikan informasi dan mengajarkan keluarga tentang halusinasi dan cara merawat klien.
5. Pujian untuk menghargai keluarga.
Evaluasi :
1. Keluarga dapat menyebutkan cara – cara merawat klien halusinasi.

Diagnosa keperawatan 2 Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah.
Tujuan umum : Klien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.
TUK 1 : Klien dapat memperluas kesadaran diri.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya.
2. Diskusikan kelemahan yang dimiliki klien.
3. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan.
4. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutupi dengan kelebihan yang dimiliki klien.
5. Anjurkan klien untuk lebih meningkatkan kelebihan yang dimiliki klien.
6. Beritahukan bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki.
Rasional :
1. Mengidentifikasikan hal – hal positif yang masih dimiliki klien.
2. Mengingatkan klien bahwa ia manusia biasa yang mempunyai kekurangan.
3. Menghadirkan realita pada klien.
4. Memberikan harapan pada klien.
5. Memberikan kesempatan berhasil lebih tinggi.
6. Agar klien tidak merasa putus asa.
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 kali pertemuan.
2. Klien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk mencapai keberhasilan.
TUK 2 : Klien dapat menyelidiki dirinya.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan klien ideal dirinya, apa harapan selama di RS, rencana klien setelah pulang dan apa cita – cita yang ingin dicapai.
2. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya.
3. Beri kesempatan klien untuk berhasil.
4. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai.
Rasional :
1. Untuk mengetahui sampai dimana realistis dari harapan klien.
2. Membantu klien membentuk harapan yang realistis.
3. Meningkatkan percaya diri klien.
4. Meningkatkan penghargaan terhadap perilaku yang positif.
Evaluasi :
Klien dapat menyebutkan cita-cita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 kali pertemuan.

TUK 3 : Klien dapat mengevaluasi dirinya.
Intervensi :
1. Bantu klien mengidentifikasi kegiatan atau yang berhasil dicapainya.
2. Kaji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan tersebut.
3. Bicarakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab – sebab kegagalan.
4. Kaji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan cara mengatasinya.
5. Jelaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.


Rasional :
1. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal.
2. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri.
3. Mengetahui apakah kegagalan tersebut mempengaruhi klien.
4. Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien.
5. Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha.
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 kali pertemuan.
2. Klien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah 4 kali pertemuan.
TUK 4 : Klien dapat membuat rencana yang realistis.
Intervensi :
1. Bantu klien merumuskan tujuan yang ingin dicapainya.
2. Diskusikan dengan klien tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan klien.
3. Bantu klien memilih priotitas tujuan yang mungkin dapat dicapainya.
4. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih.
5. Tunjukkan keterampilan dan keberhasilan yang telah dicapai klien.
6. Ikut sertakan klien dalam kegiatan aktivitas kelompok.
7. Beri reinforcement positif bila klien mau mengikuti kegiatan kelompok.
Rasional :
1. Agar klien tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki.
2. Mempertahankan klien untuk tetap realistis.
3. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan.
4. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien.
5. Memberikan penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai.
6. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya.
7. Meningkatkan harga diri klien.
Evaluasi :
1. Klien dapat menyebutkan tujuan yang ingin dicapai setelah 1 kali pertemuan.
2. Klien dapat membuat keputusan dan mencapai tujuan setelah 1 kali pertemuan.
TUK 5 : Klien dapat dukungan keluarga yang meningkatkan harga dirinya.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan keluarga tanda – tanda harga diri rendah.
2. Anjurkan setiap anggota keluarga untuk mengenal dan menghargai klien tidak mengejek, tidak menjauhi.
3. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan kesempatan berhasil pada klien.
4. Anjurkan pada keluarga untuk menerima klien apa adanya.
5. Anjurkan keluarga untuk melibatkan klien dalam setiap pertemuan keluarga.
Rasional :
1. Mengantisipasi masalah yang timbul.
2. Menyiapkan support sistem yang akurat.
3. Memberikan kesempatan pada klien untuk sukses.
4. Membantu meningkatkan harga diri klien.
5. Meningkatkan interaksi klien dengan anggota keluarga.
Evaluasi :
1. Keluarga dapat menyebutkan tanda – tanda harga diri rendah.
• Mengatakan diri tidak berharga
• Tidak berguna dan tidak mampu
• Pesimis dan menarik diri dari realita
2. Keluarga dapat berespon dan memperlakukan klien secara tepat setelah 2 kali pertemuan.
BAB IV. PENUTUP

A. Kesimpulan
Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan ( Townsend, 1998 ).
Menurut Schult & Videbeck ( 1998 ), gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung
Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. (Budi Ana Keliat, 1999).
Jadi dapat disimpulkan bahwa perasaan negatif terhadap diri sendiri yang dapat diekspresikan secara langsung dan tak langsung.hal ini ditandai dengan adanya upaya menarik diri dari lingkungannya,yang disebabkan dari harga diri rendah yaitu berduka disfungsional.

B. Saran
Bermutu atau tidaknya pelayanan Keperawatan di suatu Rumah Sakit sangat bergantung pada kerjasama antar Perawat itu sendiri. Apabila tidak adanya suatu hubungan yang baik antara sesama anggota dan klien maka akan sulit membangun kepercayaan masyarakat dalam Asuhan Keperawatan yang diberikan. Agar kinerja dalam keperawatan berjalan dengan efektif maka seorang perawat juga perlu memahami setiap karakter yang berbeda dari setiap klien. Selain dapat memberikan hasil kerja yang terbaik, dalam memberikan Asuhan Keperawatan juga dapat dilakukan dengan lancar.













DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L.J. 1998. Buku saku Diagnosa keperawatan (terjemahan), edisi 8. EGC: Jakarta.
DepKes RI. 1989. Petunjuk Teknik Asuhan Keperawatan Paasien Gangguan Skizofrenia. Direktorat Kesehatan Jiwa: Jakarta.
Imron. 2009. Gangguan Jiwa. http://www.imron46.co.cc/2009/02/gangguan-konsep-diri-harga-diri-rendah.html. Diperoleh Tanggal 8 Juni 2009.
Keliat, B.A. 1994. Seri Keperawatan Gangguan Konsep Diri. EGC: Jakarta.
Sabiah, S.Kp. 2003. Konsep Diri. http://duniapsikologi.dagdigdug.com/files/2008/12/konsep-diri.pdf. Diperoleh Tanggal 8 Juni 2009.
Stuart, G.W & sundeen, S.J. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa (terjemahan), Edisi 3. EGC: Jakarta.
Townsend, M.C. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikitari (terjemahan), Edisi 3. EGC: Jakarta.




0 INFEKSI MASA NIFAS


A. Pengertian

Infeksi masa adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman – kuman ke dalam alat – alt genital pada waktu persalinan dan nifas. Demam nifas atau morbiditas puerperalis meliputi demam dalam masa nifas oleh sebab apapun. Menurut Joint Committee on Maternal Welfare, morbiditas puerperalis ialah kenaikan suhu sampai 380 C atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari pertama postpartum, dengan mengecualikan hari pertama.


B. Penyebab

Infeksi nifas umumnya disebabkan oleh bakteri yang dalam keadaan normal berada dalam usus dan jalan lahir. Gorback mendapatkan dari 70 % biakan serviks normal dapat pula ditemukan bakteri anaerob dan aerob patogen. Kuman anerob adalah kokus gram positif (Peptostreptokokus, Peptokokus, Bakteroides dan Clostridium). Kuman aerob adalah bermacam gram positif dan E. coli. Selain itu, infeksi nifas dapat pula disebabkan oleh :

- Streptococus haemolyticus aerobicus, ini merupakan penyebab infeksi yang berat, khususnya golongan A. Infeksi ini biasanya eksogen (dari penderita lain, alat atau kain yang tidak steril, infeksi tenggorokan orang lain)

- Staphylococus aureus, kuman ini biasanya menyebabkan infeksi terbatas, walaupun kadang – kadang menjadi sebab infeksi umum. Banyak ditemukan di rumah sakit.

- Escherichia coli, Kuman ini umumnya berasal dari kandung kencing atau rektum dan dapat menyebabkan infeksi terbatas pada perineum, vulva, dan endometrium. Kuman ini merupakan sebab dari infeksi traktus urinarius.

- Clostridium welchii, infeksi kuman yang bersifat anerobik jarang ditemukan tetapi sangat berbahaya. Infeksi lebih sering terjadi pada abortus kriminalis.

C. Cara terjadinya infeksi :

1. Tangan pemeriksa atau penolong yang tertutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam atau operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina dalam uterus. Kemungkinan lain ialah bahwa sarung tangan atau alt – alt yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bebas dari kuman – kuman.

2. Droplet infection

Sarung tangan atau alat – alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau tenggorokan penolong.

3. Dalam rumah sakit selalu banyak kuman-kuman pathogen, berasal dari penderita-penderita dengan berbagai jenis infeksi. Kuman-kuman ini bisa dibawa aliran udara kemana-mana.
4. Coitus pada akhir kehamilan tidak merupakan sebab infeksi penting, kecuali apabila mengakibatkan pecahnya ketuban.
5. Infeksi intrapartum sudah dapat memperlihatkan gejala-gejala pada waktu berlangsungnya persalinan. Infeksi intrapartum biasanya terjadi pada partus lama, apalagi jika ketuban sudah lama pecah dan beberapa kali dilakukan pemeriksaan dalam. Gejala-gejala ialah kenaikan suhu, biasanya disertai dengan leukositosis dan takikardia; denyut jantung janin dapat meningkat pula. Air ketuban biasa menjadi keruh dan bau.

D. Faktor Predisposisi

Faktor predisposisi yang terpenting pada infeksi nifas ialah :

1. Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan penderita, seperti perdarahan banyak, pre-eklamsia, juga infeksi lain, seperti pneumonia, penyakit jantung, dan sebagainya.
2. Partus lama, terutama dengan ketuban pecah lama.
3. Tindakan bedah vaginal, yang menyebabkan perlukaan pada jalan lahir.
4. Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban, dan bekuan darah.

E. Golongan Infeksi Nifas

Dapat dibagi dalam 2 golongan : yaitu (1) infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, serviks, dan endometrium ; dan (2) penyebaran dari tempat-tempat tersebut melalui vena-vena, melalui jalan limfe, dan melalui permukaan endometrium.

1. Infeksi pada perineum, vulva, vagina, seviks, dan endometrium

Vulvitis

Pada infeksi bekas sayatan episiotomi atau luka perineum jaringan sekitarnya membengkak, tepi luka menjadi merah dan bengkak ; jahitan ini mudah terlepas dan luka yang terbuka menjadi ulkus dan mangaluarkan pus.

Vaginitis

Infeksi vagina dapat terjadi secara langsung pada luka vagina atau melalui perineum. Permukaan mukosa membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus, dan getah mengandung nanah yang keluar dari daerah ulkus. Penyebaran dapat terjadi, tetapi pada umumnya infeksi tinggal terbatas.

Servisitis

Infeksi sering juga terjadi, akan tetapi biasanya tidak menimbulkan banyak gejala. Luka serviks yang dalam dan meluas dan langsung kedasar ligamentum latum dapat menyebabkan infeksi yang menjalar ke parametrium.

Endometritis

Jenis infeksi yang paling sering ialah endometritis. Kuman-kuman memasuki endometrium, biasanya pada luka bekas Insersio plasenta, dan dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium.

2. Penyebaran melalui pembuluh-pembuluh darah

Septikemia dan piemia

Ini merupakan infeksi umum yang disebabkan oleh kuman-kuman yang sangat pathogen biasanya Streptococcus haemolyticus golongan A. Infeksi ini sangat berbahaya dan merupakan 50% dari semua kematian karena infeksi nifas.

Pada septicemia kuman-kuman dari sarangnya di uterus, langsung masuk keperedaran darah umum dan menyebabkan infeksi umum. Adanya septicemia dapat dibuktikan dengan jalan pembiakan kuman-kuman dari darah. Pada piemia terdapat dahulu tromboflebitis pada vena-vena diuterus serta sinus-sinus pada bekas tempat plasenta. Tromboflebitis ini menjalar ke vena uterine, vena hipogastrika, dan/atau vena ovarii (tromboflebitis pelvika). Dari tempat-tempat thrombus itu embolus kecil yang mengandung kuman-kuman dilepaskan. Tiap kali dilepaskan, embolus masuk keperedaran darah umum dan dibawa oleh aliran darah ketempat-tempat lain, antaranya ke paru-paru, ginjal, otak, jantung, dan sebagainya, dan mengakibatkan terjadinya abses-abses ditempat-tempat tersebut. Keadaan ini dinamakan piemia.

Penyebaran melalui jalan limfe dan jalan lain

Peritonitis

Infeksi nifas dapat menyebar melalui pembuluh limfe didalam uterus langsung mencapai peritoneum dan menyebabkan peritonitis, atau melalui jaringan diantara kedua lembar ligamentum latum yang menyebabkan parametritis ( sellulitis pelvika).

Parametritis (sellulitis pelvika)

Peritonitis dapat pula terjadi melalui salpingo-ooforitis atau sellulitis pelvika.

Infeksi jaringan ikat pelvis dapat terjadi melalui tiga jalan yakni :

1. Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang terinfeksi atau dari endometritis.

2. Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang meluas sampai kedasar ligamentum.

3. Penyebaran sekunder dari tromboflebitis pelvika.

Penyebaran melalui permukaan endometrium

Salpingitis, ooforitis

Kadang-kadang walaupun jarang, infeksi yang menjalar ketuba Fallopii, malahan ke ovarium.

F. Gambaran Klinik

Infeksi pada perineum, vulva, vagina, dan serviks

Gejalanya berupa rasa nyeri serta panas pada tempat infeksi, dan kadang-kadang perih bila kencing. Bilamana getah radang bisa keluar, biasanya keadaannya tidak berat suhu sekitar 38° C, dan nadi dibawah 100 per menit. Bila luka terinfeksi tertutup oleh jahitan dan getah radang tidak dapat keluar, demam bisa naik sampai 39-40°C dengan kadang-kadang disertai menggigil.

Endometritis

Uterus pada endometritis agak membesar, serta nyeri pada perabaan, dan lembek. Mulai hari ke-3 suhu meningkat, nadi menjadi cepat, akan tetapi dalam beberapa hari suhu dan nadi menurun dan dalam kurang dari satu minggu keadaan sudah normal kembali. Lokia pada endometritis, biasanya bertambah dan kadang-kadang berbau.

Septikemia dan piemia

Sampai tiga hari postpartum suhu meningkat dengan cepat, biasanya disertai dengan menggigil. Selanjutnya, suhu berkisar antara 39-40°C, keadaan umum cepat memburuk, nadi menjadi cepat (140-160/menit atau lebih). Penderita dapat meninggal dalam 6-7 hari postpartum. Jika ia hidup terus, gejala-gejala menjadi seperti piemia. Pada piemia penderita tidak lama postpartum sudah merasa sakit, perut nyeri dan suhu agak meningkat. Akan tetapi, gejala-gejala infeksi umum dengan suhu tinggi serta menggigil terjadi setelah kuman-kuman dengan embolus memasuki peredaran darah umum. Satu cirri khusus pada piemia ialah bahwa berulang-ulang suhu meningkat dengan cepat disertai dengan menggigil, kemudian diikuti oleh turunnya suhu.

Peritonitis

Peritonitis nifas bisa terjadi karena meluasnya endometritis, tetapi dapat juga ditemukan bersama-sama dengan salpingo-ooforitis dan sellulitis pelvika.

Peritonitis, yang tidak menjadi peritonitis umum, terbatas pada daerah pelvis. Penderita demam, perut bawah nyeri, tetapi keadaan umum tetap baik. Peritonitis umum disebabkan oleh kuman yang sangat pathogen dan merupakan penyakit berat. Suhu meningkat menjadi tinggi, nadi cepat dan kecil, perut kembung dan nyeri, ada defense musculaire. Muka penderita yang mulanya kemerah-merahan, menjadi pucat, mata cekung, kulit muka dingin, terdapat apa yang dinamakan facies hippocratica.

Sellulitis Pelvika

Sellulitis pelvika ringan dapat menyebabkan suhu yang meninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap lebih dari satu minggu disertai dengan rasa nyeri dikiri atau dikanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal ini patut dicurigai terhadap kemungkinan sellulitis pelvika. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri disebelah uterus dan tahanan ini yang berhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas keberbagai jurusan. Ditengah-tengah jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Penderita tampak sakit, nadi cepat, dan perut nyeri.

Salpingitis dan ooforitis

Gejala salpingitis dan ooforitis tidak dapat dipisahkan dari pelvio-peritonitis.

G. Diagnosis

Kebanyakan demam setelah persalinan disebabkan oleh infeksi nifas. Paling sering ditemukan ialah radang saluran pernafasan (bronchitis, pneumonia, dan sebagainya), pielonefritis, dan mastitis.

Dalam minggu pertama biasanya gejala-gejala setempat belum menunjukkan dengan nyata adanya perluasan infeksi ; yang lebih penting ialah gejala umum. Seorang penderita dengan infeksi yang meluas diluar porte d’entrée tampaknya sakit, suhu meningkat dengan kadang-kadang disertai menggigil, nadi cepat, keluhannya juga lebih banyak.

H. Prognosis

Menurut derajatnya septicemia merupakan infeksi yang paling berat dengan mortalitas tinggi, dan yang segera diikuti oleh peritonitis umum. Pada Pelvioperitonitis dan Sellulitis pelvis bahaya kematian dapat diatasi dengan pengobatan yang sesuai. Abses memerlukan tindakan untuk mengeluarkan nanahnya.

I. Pencegahan

Selama kehamilan

Oleh karena anemia merupakan predisposisi untuk infeksi nifas, harus diusahakan untuk memperbaikinya. Keadaan gizi juga merupakan factor penting, karenanya diet yang baik harus diperhatikan.

Coitus pada hamil tua sebaiknya dilarang karena dapat mengakibatkan pecahnya ketuban dan terjadinya infeksi.

Selama persalinan

Usaha-usaha pencegahan terdiri dari membatasi sebanyak mungkin kuman-kuman dalam jalan lahir, menjaga supaya persalinan tidak berlarut-larut, menyelesaikan persalinan dengan trauma sedikit mungkin, dan mencegah terjadinya perdarahan banyak. Semua petugas dalam kamar bersalin harus menutup hidung dan mulut dengan masker, alat-alat, kain-kain yang dipakai dalam persalinan harus suci hama. Pemeriksaan dalam hanya boleh dilakukan jika perlu, terjadinya perdarahan harus dicegah sedapat mungkin dan transfusi darah harus diberikan menurut keperluan.

Selama nifas

Sesudah partus terdapat luka-luka dibeberapa tempat pada jalan lahir. Pada hari pertama postpartum harus dijaga agar luka-luka ini tidak dimasuki kuman-kuman dari luar. Tiap penderita dengan tanda-tanda infeksi nifas jangan dirawat bersama dengan wanita-wanita dalam nifas sehat.

J. Pengobatan

Antibiotika memegang peranan yang sangat penting dalam pengobatan infeksi nifas. Karena pemeriksaan-pemeriksaan ini memerlukan waktu, maka pengobatan perlu dimulai tanpa menunggu hasilnya. Dalam hal ini dapat diberikan penicillin dalam dosis tinggi atau antibiotika dengan spectrum luas, seperti ampicillin dan lain-lain.

Disamping pengobatan dengan antibiotika, tindakan-tindakan untuk mempertinggi daya tahan badan tetap perlu dilakukan. Perawatan baik sangat penting, makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan hendaknya diberikan dengan cara yang cocok dengan keadaan penderita, dan bila perlu transfusi darah dilakukan.

Pada sellulitis pelvika dan pelvioperitonitis perlu diamat-amati dengan seksama apakah terjadi abses atau tidak. Jika terjadi abses, abses harus dibuka dengan menjaga supaya nanah tidak masuk kedalam rongga peritoneum dan pembuluh darah yang agak besar tidak sampai dilukai.

PAYUDARA BERUBAH MENJADI MERAH, PANAS, DAN TERASA SAKIT

A. Pembendungan ASI (Zogstuwing, engorgement of the breast)

Sesudah bayi lahir dan plasenta keluar, kadar estrogen dan progesteron turun dalan 2 – 3 hari. Dengan ini faktor dari hipotalamus yang menghalangi keluarnya Pituitary Lactogenic Hormone (prolaktin) waktu hamil, dan sangat dipengaruhi oleh estrogen, tidak dikeluarkan lagi, dan terjadi sekresi prolaktinoleh hipofisis. Hormon ini menyebabkan alveolus – alveolus kelenjar mamae terisi dengan air susu, tetapi untuk mengeluarkannya dibutuhkan reflek yang menyebabkan kontraksi sel – sel mioepitelialyang mengelilingi alveolus dan duktus kecil kelenjar – kelenjar tersebut. Reflek ini timbul jika bayi menyusu.

Penyebab :

- Bayi tidak menyusu dengan baik sehingga kelenjar – kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna

- Putting susu datar sehingga menyebabkan bayi sukar menyusui

Komplikasi :

- Payudara terasa panas, keras pada perabaan

- Nyeri pada payudara

- Putting susu datar sehingga menyebabkan bayi sukar menyusui

- Pengeluaran air susu terhalang sebab duktuli laktiferi menyempit karena pembesaran vena serta pembuluh limfe

Penanganan :

- Menyokong mamae dengan BH yang nyaman

- Memberikan analgetika

- Sebelyum bayi menyusu pengeluaran air susu dengan pijatan yang ringan

- Kompres dingin

B. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Kejadian ini biasanya terjadi 1 – 3 minggu setelah postpartum.

Klasifikasi :

1. mastitis dibawah areola mamae

2. Mastitis di tengah – tengah mamae

3. mastitis pada jaringan di bawah dorsal dari kelenjar – kelenjar antara mamae dan otot – otot dibawahnya

Penyebab :

- Staphylococus aureus

- Sumbatan saluran susu yang berlanjut

Komplikasi :

- Mamae membesar, nyeri, merah, dan menmbengkak

- Temperatur badan ibu tinggi kadang disertai menggigil

- Bila mastitis nerlanjut dapat menyebabkan abses payudara

Pencegahan :

- Perawatan putting susu pada waktu laktasi

- Perawat yang memberikan pertolongan pada ibunyang menyusui bayinya harus bebas dari infeksi dengan stafilokokus

- Bila ada retak atau luka pada putting sebaiknya bayinya jangan menyusu pada mamae yang bersangkutan

- Air susu ibu dikeluarkan dengan pijatan

Pengobatan :

- berikan antibiotika

- Bila terdapat abses, pus perlu dikeluarkan

DAFTAR PUSTAKA

1. Wiknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Bina Pustaka Sarwono. Jakarta

2. Wiknjosastro, Hanifa. 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatus. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta

3. Saifuddin, Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta




A. Pengertian

Infeksi masa adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman – kuman ke dalam alat – alt genital pada waktu persalinan dan nifas. Demam nifas atau morbiditas puerperalis meliputi demam dalam masa nifas oleh sebab apapun. Menurut Joint Committee on Maternal Welfare, morbiditas puerperalis ialah kenaikan suhu sampai 380 C atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari pertama postpartum, dengan mengecualikan hari pertama.


B. Penyebab

Infeksi nifas umumnya disebabkan oleh bakteri yang dalam keadaan normal berada dalam usus dan jalan lahir. Gorback mendapatkan dari 70 % biakan serviks normal dapat pula ditemukan bakteri anaerob dan aerob patogen. Kuman anerob adalah kokus gram positif (Peptostreptokokus, Peptokokus, Bakteroides dan Clostridium). Kuman aerob adalah bermacam gram positif dan E. coli. Selain itu, infeksi nifas dapat pula disebabkan oleh :

- Streptococus haemolyticus aerobicus, ini merupakan penyebab infeksi yang berat, khususnya golongan A. Infeksi ini biasanya eksogen (dari penderita lain, alat atau kain yang tidak steril, infeksi tenggorokan orang lain)

- Staphylococus aureus, kuman ini biasanya menyebabkan infeksi terbatas, walaupun kadang – kadang menjadi sebab infeksi umum. Banyak ditemukan di rumah sakit.

- Escherichia coli, Kuman ini umumnya berasal dari kandung kencing atau rektum dan dapat menyebabkan infeksi terbatas pada perineum, vulva, dan endometrium. Kuman ini merupakan sebab dari infeksi traktus urinarius.

- Clostridium welchii, infeksi kuman yang bersifat anerobik jarang ditemukan tetapi sangat berbahaya. Infeksi lebih sering terjadi pada abortus kriminalis.

C. Cara terjadinya infeksi :

1. Tangan pemeriksa atau penolong yang tertutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam atau operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina dalam uterus. Kemungkinan lain ialah bahwa sarung tangan atau alt – alt yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bebas dari kuman – kuman.

2. Droplet infection

Sarung tangan atau alat – alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau tenggorokan penolong.

3. Dalam rumah sakit selalu banyak kuman-kuman pathogen, berasal dari penderita-penderita dengan berbagai jenis infeksi. Kuman-kuman ini bisa dibawa aliran udara kemana-mana.
4. Coitus pada akhir kehamilan tidak merupakan sebab infeksi penting, kecuali apabila mengakibatkan pecahnya ketuban.
5. Infeksi intrapartum sudah dapat memperlihatkan gejala-gejala pada waktu berlangsungnya persalinan. Infeksi intrapartum biasanya terjadi pada partus lama, apalagi jika ketuban sudah lama pecah dan beberapa kali dilakukan pemeriksaan dalam. Gejala-gejala ialah kenaikan suhu, biasanya disertai dengan leukositosis dan takikardia; denyut jantung janin dapat meningkat pula. Air ketuban biasa menjadi keruh dan bau.

D. Faktor Predisposisi

Faktor predisposisi yang terpenting pada infeksi nifas ialah :

1. Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan penderita, seperti perdarahan banyak, pre-eklamsia, juga infeksi lain, seperti pneumonia, penyakit jantung, dan sebagainya.
2. Partus lama, terutama dengan ketuban pecah lama.
3. Tindakan bedah vaginal, yang menyebabkan perlukaan pada jalan lahir.
4. Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban, dan bekuan darah.

E. Golongan Infeksi Nifas

Dapat dibagi dalam 2 golongan : yaitu (1) infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, serviks, dan endometrium ; dan (2) penyebaran dari tempat-tempat tersebut melalui vena-vena, melalui jalan limfe, dan melalui permukaan endometrium.

1. Infeksi pada perineum, vulva, vagina, seviks, dan endometrium

Vulvitis

Pada infeksi bekas sayatan episiotomi atau luka perineum jaringan sekitarnya membengkak, tepi luka menjadi merah dan bengkak ; jahitan ini mudah terlepas dan luka yang terbuka menjadi ulkus dan mangaluarkan pus.

Vaginitis

Infeksi vagina dapat terjadi secara langsung pada luka vagina atau melalui perineum. Permukaan mukosa membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus, dan getah mengandung nanah yang keluar dari daerah ulkus. Penyebaran dapat terjadi, tetapi pada umumnya infeksi tinggal terbatas.

Servisitis

Infeksi sering juga terjadi, akan tetapi biasanya tidak menimbulkan banyak gejala. Luka serviks yang dalam dan meluas dan langsung kedasar ligamentum latum dapat menyebabkan infeksi yang menjalar ke parametrium.

Endometritis

Jenis infeksi yang paling sering ialah endometritis. Kuman-kuman memasuki endometrium, biasanya pada luka bekas Insersio plasenta, dan dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium.

2. Penyebaran melalui pembuluh-pembuluh darah

Septikemia dan piemia

Ini merupakan infeksi umum yang disebabkan oleh kuman-kuman yang sangat pathogen biasanya Streptococcus haemolyticus golongan A. Infeksi ini sangat berbahaya dan merupakan 50% dari semua kematian karena infeksi nifas.

Pada septicemia kuman-kuman dari sarangnya di uterus, langsung masuk keperedaran darah umum dan menyebabkan infeksi umum. Adanya septicemia dapat dibuktikan dengan jalan pembiakan kuman-kuman dari darah. Pada piemia terdapat dahulu tromboflebitis pada vena-vena diuterus serta sinus-sinus pada bekas tempat plasenta. Tromboflebitis ini menjalar ke vena uterine, vena hipogastrika, dan/atau vena ovarii (tromboflebitis pelvika). Dari tempat-tempat thrombus itu embolus kecil yang mengandung kuman-kuman dilepaskan. Tiap kali dilepaskan, embolus masuk keperedaran darah umum dan dibawa oleh aliran darah ketempat-tempat lain, antaranya ke paru-paru, ginjal, otak, jantung, dan sebagainya, dan mengakibatkan terjadinya abses-abses ditempat-tempat tersebut. Keadaan ini dinamakan piemia.

Penyebaran melalui jalan limfe dan jalan lain

Peritonitis

Infeksi nifas dapat menyebar melalui pembuluh limfe didalam uterus langsung mencapai peritoneum dan menyebabkan peritonitis, atau melalui jaringan diantara kedua lembar ligamentum latum yang menyebabkan parametritis ( sellulitis pelvika).

Parametritis (sellulitis pelvika)

Peritonitis dapat pula terjadi melalui salpingo-ooforitis atau sellulitis pelvika.

Infeksi jaringan ikat pelvis dapat terjadi melalui tiga jalan yakni :

1. Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang terinfeksi atau dari endometritis.

2. Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang meluas sampai kedasar ligamentum.

3. Penyebaran sekunder dari tromboflebitis pelvika.

Penyebaran melalui permukaan endometrium

Salpingitis, ooforitis

Kadang-kadang walaupun jarang, infeksi yang menjalar ketuba Fallopii, malahan ke ovarium.

F. Gambaran Klinik

Infeksi pada perineum, vulva, vagina, dan serviks

Gejalanya berupa rasa nyeri serta panas pada tempat infeksi, dan kadang-kadang perih bila kencing. Bilamana getah radang bisa keluar, biasanya keadaannya tidak berat suhu sekitar 38° C, dan nadi dibawah 100 per menit. Bila luka terinfeksi tertutup oleh jahitan dan getah radang tidak dapat keluar, demam bisa naik sampai 39-40°C dengan kadang-kadang disertai menggigil.

Endometritis

Uterus pada endometritis agak membesar, serta nyeri pada perabaan, dan lembek. Mulai hari ke-3 suhu meningkat, nadi menjadi cepat, akan tetapi dalam beberapa hari suhu dan nadi menurun dan dalam kurang dari satu minggu keadaan sudah normal kembali. Lokia pada endometritis, biasanya bertambah dan kadang-kadang berbau.

Septikemia dan piemia

Sampai tiga hari postpartum suhu meningkat dengan cepat, biasanya disertai dengan menggigil. Selanjutnya, suhu berkisar antara 39-40°C, keadaan umum cepat memburuk, nadi menjadi cepat (140-160/menit atau lebih). Penderita dapat meninggal dalam 6-7 hari postpartum. Jika ia hidup terus, gejala-gejala menjadi seperti piemia. Pada piemia penderita tidak lama postpartum sudah merasa sakit, perut nyeri dan suhu agak meningkat. Akan tetapi, gejala-gejala infeksi umum dengan suhu tinggi serta menggigil terjadi setelah kuman-kuman dengan embolus memasuki peredaran darah umum. Satu cirri khusus pada piemia ialah bahwa berulang-ulang suhu meningkat dengan cepat disertai dengan menggigil, kemudian diikuti oleh turunnya suhu.

Peritonitis

Peritonitis nifas bisa terjadi karena meluasnya endometritis, tetapi dapat juga ditemukan bersama-sama dengan salpingo-ooforitis dan sellulitis pelvika.

Peritonitis, yang tidak menjadi peritonitis umum, terbatas pada daerah pelvis. Penderita demam, perut bawah nyeri, tetapi keadaan umum tetap baik. Peritonitis umum disebabkan oleh kuman yang sangat pathogen dan merupakan penyakit berat. Suhu meningkat menjadi tinggi, nadi cepat dan kecil, perut kembung dan nyeri, ada defense musculaire. Muka penderita yang mulanya kemerah-merahan, menjadi pucat, mata cekung, kulit muka dingin, terdapat apa yang dinamakan facies hippocratica.

Sellulitis Pelvika

Sellulitis pelvika ringan dapat menyebabkan suhu yang meninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap lebih dari satu minggu disertai dengan rasa nyeri dikiri atau dikanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal ini patut dicurigai terhadap kemungkinan sellulitis pelvika. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri disebelah uterus dan tahanan ini yang berhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas keberbagai jurusan. Ditengah-tengah jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Penderita tampak sakit, nadi cepat, dan perut nyeri.

Salpingitis dan ooforitis

Gejala salpingitis dan ooforitis tidak dapat dipisahkan dari pelvio-peritonitis.

G. Diagnosis

Kebanyakan demam setelah persalinan disebabkan oleh infeksi nifas. Paling sering ditemukan ialah radang saluran pernafasan (bronchitis, pneumonia, dan sebagainya), pielonefritis, dan mastitis.

Dalam minggu pertama biasanya gejala-gejala setempat belum menunjukkan dengan nyata adanya perluasan infeksi ; yang lebih penting ialah gejala umum. Seorang penderita dengan infeksi yang meluas diluar porte d’entrée tampaknya sakit, suhu meningkat dengan kadang-kadang disertai menggigil, nadi cepat, keluhannya juga lebih banyak.

H. Prognosis

Menurut derajatnya septicemia merupakan infeksi yang paling berat dengan mortalitas tinggi, dan yang segera diikuti oleh peritonitis umum. Pada Pelvioperitonitis dan Sellulitis pelvis bahaya kematian dapat diatasi dengan pengobatan yang sesuai. Abses memerlukan tindakan untuk mengeluarkan nanahnya.

I. Pencegahan

Selama kehamilan

Oleh karena anemia merupakan predisposisi untuk infeksi nifas, harus diusahakan untuk memperbaikinya. Keadaan gizi juga merupakan factor penting, karenanya diet yang baik harus diperhatikan.

Coitus pada hamil tua sebaiknya dilarang karena dapat mengakibatkan pecahnya ketuban dan terjadinya infeksi.

Selama persalinan

Usaha-usaha pencegahan terdiri dari membatasi sebanyak mungkin kuman-kuman dalam jalan lahir, menjaga supaya persalinan tidak berlarut-larut, menyelesaikan persalinan dengan trauma sedikit mungkin, dan mencegah terjadinya perdarahan banyak. Semua petugas dalam kamar bersalin harus menutup hidung dan mulut dengan masker, alat-alat, kain-kain yang dipakai dalam persalinan harus suci hama. Pemeriksaan dalam hanya boleh dilakukan jika perlu, terjadinya perdarahan harus dicegah sedapat mungkin dan transfusi darah harus diberikan menurut keperluan.

Selama nifas

Sesudah partus terdapat luka-luka dibeberapa tempat pada jalan lahir. Pada hari pertama postpartum harus dijaga agar luka-luka ini tidak dimasuki kuman-kuman dari luar. Tiap penderita dengan tanda-tanda infeksi nifas jangan dirawat bersama dengan wanita-wanita dalam nifas sehat.

J. Pengobatan

Antibiotika memegang peranan yang sangat penting dalam pengobatan infeksi nifas. Karena pemeriksaan-pemeriksaan ini memerlukan waktu, maka pengobatan perlu dimulai tanpa menunggu hasilnya. Dalam hal ini dapat diberikan penicillin dalam dosis tinggi atau antibiotika dengan spectrum luas, seperti ampicillin dan lain-lain.

Disamping pengobatan dengan antibiotika, tindakan-tindakan untuk mempertinggi daya tahan badan tetap perlu dilakukan. Perawatan baik sangat penting, makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan hendaknya diberikan dengan cara yang cocok dengan keadaan penderita, dan bila perlu transfusi darah dilakukan.

Pada sellulitis pelvika dan pelvioperitonitis perlu diamat-amati dengan seksama apakah terjadi abses atau tidak. Jika terjadi abses, abses harus dibuka dengan menjaga supaya nanah tidak masuk kedalam rongga peritoneum dan pembuluh darah yang agak besar tidak sampai dilukai.

PAYUDARA BERUBAH MENJADI MERAH, PANAS, DAN TERASA SAKIT

A. Pembendungan ASI (Zogstuwing, engorgement of the breast)

Sesudah bayi lahir dan plasenta keluar, kadar estrogen dan progesteron turun dalan 2 – 3 hari. Dengan ini faktor dari hipotalamus yang menghalangi keluarnya Pituitary Lactogenic Hormone (prolaktin) waktu hamil, dan sangat dipengaruhi oleh estrogen, tidak dikeluarkan lagi, dan terjadi sekresi prolaktinoleh hipofisis. Hormon ini menyebabkan alveolus – alveolus kelenjar mamae terisi dengan air susu, tetapi untuk mengeluarkannya dibutuhkan reflek yang menyebabkan kontraksi sel – sel mioepitelialyang mengelilingi alveolus dan duktus kecil kelenjar – kelenjar tersebut. Reflek ini timbul jika bayi menyusu.

Penyebab :

- Bayi tidak menyusu dengan baik sehingga kelenjar – kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna

- Putting susu datar sehingga menyebabkan bayi sukar menyusui

Komplikasi :

- Payudara terasa panas, keras pada perabaan

- Nyeri pada payudara

- Putting susu datar sehingga menyebabkan bayi sukar menyusui

- Pengeluaran air susu terhalang sebab duktuli laktiferi menyempit karena pembesaran vena serta pembuluh limfe

Penanganan :

- Menyokong mamae dengan BH yang nyaman

- Memberikan analgetika

- Sebelyum bayi menyusu pengeluaran air susu dengan pijatan yang ringan

- Kompres dingin

B. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Kejadian ini biasanya terjadi 1 – 3 minggu setelah postpartum.

Klasifikasi :

1. mastitis dibawah areola mamae

2. Mastitis di tengah – tengah mamae

3. mastitis pada jaringan di bawah dorsal dari kelenjar – kelenjar antara mamae dan otot – otot dibawahnya

Penyebab :

- Staphylococus aureus

- Sumbatan saluran susu yang berlanjut

Komplikasi :

- Mamae membesar, nyeri, merah, dan menmbengkak

- Temperatur badan ibu tinggi kadang disertai menggigil

- Bila mastitis nerlanjut dapat menyebabkan abses payudara

Pencegahan :

- Perawatan putting susu pada waktu laktasi

- Perawat yang memberikan pertolongan pada ibunyang menyusui bayinya harus bebas dari infeksi dengan stafilokokus

- Bila ada retak atau luka pada putting sebaiknya bayinya jangan menyusu pada mamae yang bersangkutan

- Air susu ibu dikeluarkan dengan pijatan

Pengobatan :

- berikan antibiotika

- Bila terdapat abses, pus perlu dikeluarkan

DAFTAR PUSTAKA

1. Wiknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Bina Pustaka Sarwono. Jakarta

2. Wiknjosastro, Hanifa. 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatus. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta

3. Saifuddin, Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta



Tuesday, June 16, 2009

0 Heboh! BlackBerry Kloning

Sejak akhir minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik. Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry (BB)-nya. Mendadak PIN (Personal Identification Number)-nya tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM (Research In Motion) ini jadi mandul.

Dita, misalnya, harus menelan kejengkelan karena BB yang selama ini jadi alat bekerja maupun teman setianya baik untuk berkomunikasi maupun bersosialisasi melalui Facebook jadi bisu. "PIN yang di status beda dengan yang di body," jelas Dita yang mengaktifkan layanan BB-nya sejak 4 bulan lalu.

Saat ini ada banyak pengguna BB yang terjebak kasus seperti dialami Dita: PIN-nya tiba-tiba kena suspend. Bisa jadi mereka termasuk korban kloning PIN, yang terpikat membeli BB karena harganya jauh lebih murah daripada yang ditawarkan sejumlah operator telekomunikasi, partner resmi RIM dalam menjual BB di Indonesia, atau para pedagang yang menjadi rekanan operator.

Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya benar. Karena ada sebuah toko penjualan handheld yang cukup terkenal dan reseller resmi penyedia layanan BB, menjadi korban juga. Untunglah sang toko berani memberikan solusi yang baik. Sepanjang konsumen bisa menunjukkan kuitansi pembelian di toko tersebut, maka dia memberikan pengganti dengan handled baru.

Memang bukan rahasia, ketika pasar BB marak di Indonesia, suplai resmi handheld tersebut tak bisa memenuhi permintaan pasar. Sehingga tak heran jika banyak juga reseller resmi yang kemudian belanja dari pelbagai sumber termasuk importir non-operator.

Fenomena Blackberry

BlackBerry memang jadi fenomenal sejak dua tahun belakangan ini. Siapa nyana handheld buatan Kanada ini -- yang 5 tahun lalu masih susah dijual di Indonesia-- kini laris bak sepatu Crocs.

Seperti booming Communicator sekian tahun lalu: banyak pengguna BB yang nyatanya hanya menggunakan alatnya hanya untuk menelepon dan kirim SMS. Ketika ditanya berapa nomor PIN-nya, mereka pun kebingungan. "PIN apa ya?" Begitu kerap terdengar.

Padahal BB bukanlah handphone biasa, tapi telepon genggam 'super'. Dan PIN adalah salah satu yang membedakan BB dengan handheld yang lain.

Sesuai hukum pasar, ada permintaan maka pasokanpun melimpah. Dalam hal ini harus diakui, kemampuan Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), dan Telkomsel melayani pasar BB tidak sebanding dengan permintaan pasar, bahkan untuk kawasan Asia di mana permintaan lebih tinggi di bandingkan pasokannya.

Yang terjadi, BB pun mengalir deras masuk, memenuhi kebutuhan pasar yang sedang haus. Kerap disebut-sebut sebagai BB black market (BM) yang artinya tidak dilengkapi dengan garansi operator atau reseller resmi.

Bahkan ditemukenali jumlahnya lebih banyak dari yang dijual secara resmi oleh operator, yang total ada 200 ribuan. Ihwal lahirnya PIN atau IMEI (International Mobile Equipment Identity) 'palsu' itu kabarnya berawal dari raibnya sejumlah handheld BB dari gudang sejumlah operator dunia seperti Rogers, AT&T, dan beberapa operator lainnya beberapa waktu lalu.

Seperti yang diumumkan pihak T-Mobile pada 22 Januari 2008, "T-Mobile loses US$8.2 million in mobile phone robbery-warehouse burgled for 36,000 cellphones". Ketika itu dengan sigap, RIM memang telah memblokir PIN handheld yang hilang tersebut.

BlackBerry Aspal

Hal lain yang bisa dianggap memicu maraknya BB dengan PIN atau IMEI jadi-jadian adalah masuknya barang-barang rekondisi (refurbish), dan barang-barang yang di negara asalnya di katakan garansi 14 hari (14 days Warranty).

Barang-barang ini mungkin saja sudah bermasalah dari negara asalnya sehingga diperlukan kosmetik PIN dan IMEI untuk dapat menjadikannya 'hidup' dan layak untuk dijual kembali. Namun, bisa diduga, barang-barang 'haram' tersebut masuk ke pasar, dan memikat pembeli.

Soal IMEI dan PIN? Tak masalah. Karena di negeri China, kabarnya, banyak yang ahli mengkloning IMEI dan PIN persis dengan aslinya. Sehingga bisa jadi ketika pembeli BB aspal (asli tapi palsu) tersebut meregistrasi layanan BB-nya ke sistem RIM, diterima dengan mulus, dan semua fungsi BB berjalan normal.

Heboh PIN aspal yang melanda akhir pekan ini memang kabarnya dipicu oleh upaya pihak RIM untuk memperbaiki sistem sekuriti mereka. Mengindentifikasi paduan IMEI, PIN dan BSN (Board Serial Number) setiap BB yang sesuai dengan data RIM.

Jika ternyata ada BB yang ditemu kenali paduannya (nyawanya) tidak sesuai, otomatis akan diblokir. Sebuah upaya yang baik dari produsen handheld kaliber dunia. Hanya sayangnya, upaya ini memakan banyak korban, mereka yang tak tahu bahwa BB yang mereka pakai ternyata 'nyawanya' merupakan hasil kloning.

Solusinya

Sialnya, kasus ini, sepertinya hanya terjadi di Indonesia. Dan sangat disayangkan pihak RIM -- yang hingga saat ini tak memiliki cabang ataupun service center di Indonesia -- tak terdengar suaranya.

Di saat para pengguna BB yang merasa dirugikan kebingungan, maka salah satu yang jadi 'sasaran' adalah para operator seluler penyedia layanan BB seperti XL, Indosat dan Telkomsel. Padahal, mereka tak bisa memberikan solusi apapun dalam kasus ini. Sebab sistem yang bisa mendeteksi sebuah handheld BB valid atau tidak, ya hanya sistemnya RIM, bukan sistem operator.

Jika selama ini terkesan RIM masih bersikeras dengan sikap untuk tidak peduli dengan BB BM. Namun, dengan kasus ini mestinya RIM tak lagi bisa cuek. Para operator penyedia layanan BB, tak boleh hanya mementingkan pengembangan pasar, dan dengan terus bersaing memainkan harga layanan.

Kali ini mereka harus berkolaborasi, duduk bareng bersama RIM, menjelaskan kepada publik, bahwa mereka hanya menjamin 'kelangsungan hidup' layanan BB terhadap handheld yang dibeli melalui jalur resmi mereka.

RIM juga mesti memvalidasi produk yang diditribusikan melalui jalur resminya, serta memberikan garansi atas produk tersebut. Tidak seperti sekarang, garansi yang ada hanyalah keluaran toko. Regulator pun mestinya juga tak tinggal diam.

Semisal, dia bisa membuat aturan, setiap produk yang beredar di pasar Indonesia, harus memiliki perwakilan, atau minimal service center, sehingga konsumen juga punya kepastian terhadap layanan purna jual semua produk.

Sambil menanti respon nyata RIM untuk memelihara pasar di Indonesia, tak ada salahnya para peminat handheld BB lebih waspada lagi, saat berbelanja BB.

1. Jangan tergiur tawaran BB harga murah.

2. Membeli BB ke operator atau ke reseller resminya.

3. Cek apakah IMEI dan PIN yang ada di bodi sama dengan yang ada di status (bukan tempelan tambahan).

4. Atau bisa juga menanyakan ke operator tentang ke absahan nomor IMEI dan PIN BB yang akan dibelinya.

5. Untuk mendapatkan info tentang pengalaman penggunaan BB bisa diperoleh di sejumlah milis BB, misalnya id-blackberry@yahoogroups.com.

Sejatinya, BB yang dijual di pasar semuanya asli. Yang perlu dicek adalah apakah PIN dan IMEI-nya asli atau hasil kloning. Dan itulah yang perlu diwaspadai.
Sejak akhir minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik. Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry (BB)-nya. Mendadak PIN (Personal Identification Number)-nya tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM (Research In Motion) ini jadi mandul.

Dita, misalnya, harus menelan kejengkelan karena BB yang selama ini jadi alat bekerja maupun teman setianya baik untuk berkomunikasi maupun bersosialisasi melalui Facebook jadi bisu. "PIN yang di status beda dengan yang di body," jelas Dita yang mengaktifkan layanan BB-nya sejak 4 bulan lalu.

Saat ini ada banyak pengguna BB yang terjebak kasus seperti dialami Dita: PIN-nya tiba-tiba kena suspend. Bisa jadi mereka termasuk korban kloning PIN, yang terpikat membeli BB karena harganya jauh lebih murah daripada yang ditawarkan sejumlah operator telekomunikasi, partner resmi RIM dalam menjual BB di Indonesia, atau para pedagang yang menjadi rekanan operator.

Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya benar. Karena ada sebuah toko penjualan handheld yang cukup terkenal dan reseller resmi penyedia layanan BB, menjadi korban juga. Untunglah sang toko berani memberikan solusi yang baik. Sepanjang konsumen bisa menunjukkan kuitansi pembelian di toko tersebut, maka dia memberikan pengganti dengan handled baru.

Memang bukan rahasia, ketika pasar BB marak di Indonesia, suplai resmi handheld tersebut tak bisa memenuhi permintaan pasar. Sehingga tak heran jika banyak juga reseller resmi yang kemudian belanja dari pelbagai sumber termasuk importir non-operator.

Fenomena Blackberry

BlackBerry memang jadi fenomenal sejak dua tahun belakangan ini. Siapa nyana handheld buatan Kanada ini -- yang 5 tahun lalu masih susah dijual di Indonesia-- kini laris bak sepatu Crocs.

Seperti booming Communicator sekian tahun lalu: banyak pengguna BB yang nyatanya hanya menggunakan alatnya hanya untuk menelepon dan kirim SMS. Ketika ditanya berapa nomor PIN-nya, mereka pun kebingungan. "PIN apa ya?" Begitu kerap terdengar.

Padahal BB bukanlah handphone biasa, tapi telepon genggam 'super'. Dan PIN adalah salah satu yang membedakan BB dengan handheld yang lain.

Sesuai hukum pasar, ada permintaan maka pasokanpun melimpah. Dalam hal ini harus diakui, kemampuan Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), dan Telkomsel melayani pasar BB tidak sebanding dengan permintaan pasar, bahkan untuk kawasan Asia di mana permintaan lebih tinggi di bandingkan pasokannya.

Yang terjadi, BB pun mengalir deras masuk, memenuhi kebutuhan pasar yang sedang haus. Kerap disebut-sebut sebagai BB black market (BM) yang artinya tidak dilengkapi dengan garansi operator atau reseller resmi.

Bahkan ditemukenali jumlahnya lebih banyak dari yang dijual secara resmi oleh operator, yang total ada 200 ribuan. Ihwal lahirnya PIN atau IMEI (International Mobile Equipment Identity) 'palsu' itu kabarnya berawal dari raibnya sejumlah handheld BB dari gudang sejumlah operator dunia seperti Rogers, AT&T, dan beberapa operator lainnya beberapa waktu lalu.

Seperti yang diumumkan pihak T-Mobile pada 22 Januari 2008, "T-Mobile loses US$8.2 million in mobile phone robbery-warehouse burgled for 36,000 cellphones". Ketika itu dengan sigap, RIM memang telah memblokir PIN handheld yang hilang tersebut.

BlackBerry Aspal

Hal lain yang bisa dianggap memicu maraknya BB dengan PIN atau IMEI jadi-jadian adalah masuknya barang-barang rekondisi (refurbish), dan barang-barang yang di negara asalnya di katakan garansi 14 hari (14 days Warranty).

Barang-barang ini mungkin saja sudah bermasalah dari negara asalnya sehingga diperlukan kosmetik PIN dan IMEI untuk dapat menjadikannya 'hidup' dan layak untuk dijual kembali. Namun, bisa diduga, barang-barang 'haram' tersebut masuk ke pasar, dan memikat pembeli.

Soal IMEI dan PIN? Tak masalah. Karena di negeri China, kabarnya, banyak yang ahli mengkloning IMEI dan PIN persis dengan aslinya. Sehingga bisa jadi ketika pembeli BB aspal (asli tapi palsu) tersebut meregistrasi layanan BB-nya ke sistem RIM, diterima dengan mulus, dan semua fungsi BB berjalan normal.

Heboh PIN aspal yang melanda akhir pekan ini memang kabarnya dipicu oleh upaya pihak RIM untuk memperbaiki sistem sekuriti mereka. Mengindentifikasi paduan IMEI, PIN dan BSN (Board Serial Number) setiap BB yang sesuai dengan data RIM.

Jika ternyata ada BB yang ditemu kenali paduannya (nyawanya) tidak sesuai, otomatis akan diblokir. Sebuah upaya yang baik dari produsen handheld kaliber dunia. Hanya sayangnya, upaya ini memakan banyak korban, mereka yang tak tahu bahwa BB yang mereka pakai ternyata 'nyawanya' merupakan hasil kloning.

Solusinya

Sialnya, kasus ini, sepertinya hanya terjadi di Indonesia. Dan sangat disayangkan pihak RIM -- yang hingga saat ini tak memiliki cabang ataupun service center di Indonesia -- tak terdengar suaranya.

Di saat para pengguna BB yang merasa dirugikan kebingungan, maka salah satu yang jadi 'sasaran' adalah para operator seluler penyedia layanan BB seperti XL, Indosat dan Telkomsel. Padahal, mereka tak bisa memberikan solusi apapun dalam kasus ini. Sebab sistem yang bisa mendeteksi sebuah handheld BB valid atau tidak, ya hanya sistemnya RIM, bukan sistem operator.

Jika selama ini terkesan RIM masih bersikeras dengan sikap untuk tidak peduli dengan BB BM. Namun, dengan kasus ini mestinya RIM tak lagi bisa cuek. Para operator penyedia layanan BB, tak boleh hanya mementingkan pengembangan pasar, dan dengan terus bersaing memainkan harga layanan.

Kali ini mereka harus berkolaborasi, duduk bareng bersama RIM, menjelaskan kepada publik, bahwa mereka hanya menjamin 'kelangsungan hidup' layanan BB terhadap handheld yang dibeli melalui jalur resmi mereka.

RIM juga mesti memvalidasi produk yang diditribusikan melalui jalur resminya, serta memberikan garansi atas produk tersebut. Tidak seperti sekarang, garansi yang ada hanyalah keluaran toko. Regulator pun mestinya juga tak tinggal diam.

Semisal, dia bisa membuat aturan, setiap produk yang beredar di pasar Indonesia, harus memiliki perwakilan, atau minimal service center, sehingga konsumen juga punya kepastian terhadap layanan purna jual semua produk.

Sambil menanti respon nyata RIM untuk memelihara pasar di Indonesia, tak ada salahnya para peminat handheld BB lebih waspada lagi, saat berbelanja BB.

1. Jangan tergiur tawaran BB harga murah.

2. Membeli BB ke operator atau ke reseller resminya.

3. Cek apakah IMEI dan PIN yang ada di bodi sama dengan yang ada di status (bukan tempelan tambahan).

4. Atau bisa juga menanyakan ke operator tentang ke absahan nomor IMEI dan PIN BB yang akan dibelinya.

5. Untuk mendapatkan info tentang pengalaman penggunaan BB bisa diperoleh di sejumlah milis BB, misalnya id-blackberry@yahoogroups.com.

Sejatinya, BB yang dijual di pasar semuanya asli. Yang perlu dicek adalah apakah PIN dan IMEI-nya asli atau hasil kloning. Dan itulah yang perlu diwaspadai.

0 Heboh! BlackBerry Kloning

Sejak akhir minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik. Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry (BB)-nya. Mendadak PIN (Personal Identification Number)-nya tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM (Research In Motion) ini jadi mandul.

Dita, misalnya, harus menelan kejengkelan karena BB yang selama ini jadi alat bekerja maupun teman setianya baik untuk berkomunikasi maupun bersosialisasi melalui Facebook jadi bisu. "PIN yang di status beda dengan yang di body," jelas Dita yang mengaktifkan layanan BB-nya sejak 4 bulan lalu.

Saat ini ada banyak pengguna BB yang terjebak kasus seperti dialami Dita: PIN-nya tiba-tiba kena suspend. Bisa jadi mereka termasuk korban kloning PIN, yang terpikat membeli BB karena harganya jauh lebih murah daripada yang ditawarkan sejumlah operator telekomunikasi, partner resmi RIM dalam menjual BB di Indonesia, atau para pedagang yang menjadi rekanan operator.

Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya benar. Karena ada sebuah toko penjualan handheld yang cukup terkenal dan reseller resmi penyedia layanan BB, menjadi korban juga. Untunglah sang toko berani memberikan solusi yang baik. Sepanjang konsumen bisa menunjukkan kuitansi pembelian di toko tersebut, maka dia memberikan pengganti dengan handled baru.

Memang bukan rahasia, ketika pasar BB marak di Indonesia, suplai resmi handheld tersebut tak bisa memenuhi permintaan pasar. Sehingga tak heran jika banyak juga reseller resmi yang kemudian belanja dari pelbagai sumber termasuk importir non-operator.

Fenomena Blackberry

BlackBerry memang jadi fenomenal sejak dua tahun belakangan ini. Siapa nyana handheld buatan Kanada ini -- yang 5 tahun lalu masih susah dijual di Indonesia-- kini laris bak sepatu Crocs.

Seperti booming Communicator sekian tahun lalu: banyak pengguna BB yang nyatanya hanya menggunakan alatnya hanya untuk menelepon dan kirim SMS. Ketika ditanya berapa nomor PIN-nya, mereka pun kebingungan. "PIN apa ya?" Begitu kerap terdengar.

Padahal BB bukanlah handphone biasa, tapi telepon genggam 'super'. Dan PIN adalah salah satu yang membedakan BB dengan handheld yang lain.

Sesuai hukum pasar, ada permintaan maka pasokanpun melimpah. Dalam hal ini harus diakui, kemampuan Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), dan Telkomsel melayani pasar BB tidak sebanding dengan permintaan pasar, bahkan untuk kawasan Asia di mana permintaan lebih tinggi di bandingkan pasokannya.

Yang terjadi, BB pun mengalir deras masuk, memenuhi kebutuhan pasar yang sedang haus. Kerap disebut-sebut sebagai BB black market (BM) yang artinya tidak dilengkapi dengan garansi operator atau reseller resmi.

Bahkan ditemukenali jumlahnya lebih banyak dari yang dijual secara resmi oleh operator, yang total ada 200 ribuan. Ihwal lahirnya PIN atau IMEI (International Mobile Equipment Identity) 'palsu' itu kabarnya berawal dari raibnya sejumlah handheld BB dari gudang sejumlah operator dunia seperti Rogers, AT&T, dan beberapa operator lainnya beberapa waktu lalu.

Seperti yang diumumkan pihak T-Mobile pada 22 Januari 2008, "T-Mobile loses US$8.2 million in mobile phone robbery-warehouse burgled for 36,000 cellphones". Ketika itu dengan sigap, RIM memang telah memblokir PIN handheld yang hilang tersebut.

BlackBerry Aspal

Hal lain yang bisa dianggap memicu maraknya BB dengan PIN atau IMEI jadi-jadian adalah masuknya barang-barang rekondisi (refurbish), dan barang-barang yang di negara asalnya di katakan garansi 14 hari (14 days Warranty).

Barang-barang ini mungkin saja sudah bermasalah dari negara asalnya sehingga diperlukan kosmetik PIN dan IMEI untuk dapat menjadikannya 'hidup' dan layak untuk dijual kembali. Namun, bisa diduga, barang-barang 'haram' tersebut masuk ke pasar, dan memikat pembeli.

Soal IMEI dan PIN? Tak masalah. Karena di negeri China, kabarnya, banyak yang ahli mengkloning IMEI dan PIN persis dengan aslinya. Sehingga bisa jadi ketika pembeli BB aspal (asli tapi palsu) tersebut meregistrasi layanan BB-nya ke sistem RIM, diterima dengan mulus, dan semua fungsi BB berjalan normal.

Heboh PIN aspal yang melanda akhir pekan ini memang kabarnya dipicu oleh upaya pihak RIM untuk memperbaiki sistem sekuriti mereka. Mengindentifikasi paduan IMEI, PIN dan BSN (Board Serial Number) setiap BB yang sesuai dengan data RIM.

Jika ternyata ada BB yang ditemu kenali paduannya (nyawanya) tidak sesuai, otomatis akan diblokir. Sebuah upaya yang baik dari produsen handheld kaliber dunia. Hanya sayangnya, upaya ini memakan banyak korban, mereka yang tak tahu bahwa BB yang mereka pakai ternyata 'nyawanya' merupakan hasil kloning.

Solusinya

Sialnya, kasus ini, sepertinya hanya terjadi di Indonesia. Dan sangat disayangkan pihak RIM -- yang hingga saat ini tak memiliki cabang ataupun service center di Indonesia -- tak terdengar suaranya.

Di saat para pengguna BB yang merasa dirugikan kebingungan, maka salah satu yang jadi 'sasaran' adalah para operator seluler penyedia layanan BB seperti XL, Indosat dan Telkomsel. Padahal, mereka tak bisa memberikan solusi apapun dalam kasus ini. Sebab sistem yang bisa mendeteksi sebuah handheld BB valid atau tidak, ya hanya sistemnya RIM, bukan sistem operator.

Jika selama ini terkesan RIM masih bersikeras dengan sikap untuk tidak peduli dengan BB BM. Namun, dengan kasus ini mestinya RIM tak lagi bisa cuek. Para operator penyedia layanan BB, tak boleh hanya mementingkan pengembangan pasar, dan dengan terus bersaing memainkan harga layanan.

Kali ini mereka harus berkolaborasi, duduk bareng bersama RIM, menjelaskan kepada publik, bahwa mereka hanya menjamin 'kelangsungan hidup' layanan BB terhadap handheld yang dibeli melalui jalur resmi mereka.

RIM juga mesti memvalidasi produk yang diditribusikan melalui jalur resminya, serta memberikan garansi atas produk tersebut. Tidak seperti sekarang, garansi yang ada hanyalah keluaran toko. Regulator pun mestinya juga tak tinggal diam.

Semisal, dia bisa membuat aturan, setiap produk yang beredar di pasar Indonesia, harus memiliki perwakilan, atau minimal service center, sehingga konsumen juga punya kepastian terhadap layanan purna jual semua produk.

Sambil menanti respon nyata RIM untuk memelihara pasar di Indonesia, tak ada salahnya para peminat handheld BB lebih waspada lagi, saat berbelanja BB.

1. Jangan tergiur tawaran BB harga murah.

2. Membeli BB ke operator atau ke reseller resminya.

3. Cek apakah IMEI dan PIN yang ada di bodi sama dengan yang ada di status (bukan tempelan tambahan).

4. Atau bisa juga menanyakan ke operator tentang ke absahan nomor IMEI dan PIN BB yang akan dibelinya.

5. Untuk mendapatkan info tentang pengalaman penggunaan BB bisa diperoleh di sejumlah milis BB, misalnya id-blackberry@yahoogroups.com.

Sejatinya, BB yang dijual di pasar semuanya asli. Yang perlu dicek adalah apakah PIN dan IMEI-nya asli atau hasil kloning. Dan itulah yang perlu diwaspadai.
Sejak akhir minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik. Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry (BB)-nya. Mendadak PIN (Personal Identification Number)-nya tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM (Research In Motion) ini jadi mandul.

Dita, misalnya, harus menelan kejengkelan karena BB yang selama ini jadi alat bekerja maupun teman setianya baik untuk berkomunikasi maupun bersosialisasi melalui Facebook jadi bisu. "PIN yang di status beda dengan yang di body," jelas Dita yang mengaktifkan layanan BB-nya sejak 4 bulan lalu.

Saat ini ada banyak pengguna BB yang terjebak kasus seperti dialami Dita: PIN-nya tiba-tiba kena suspend. Bisa jadi mereka termasuk korban kloning PIN, yang terpikat membeli BB karena harganya jauh lebih murah daripada yang ditawarkan sejumlah operator telekomunikasi, partner resmi RIM dalam menjual BB di Indonesia, atau para pedagang yang menjadi rekanan operator.

Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya benar. Karena ada sebuah toko penjualan handheld yang cukup terkenal dan reseller resmi penyedia layanan BB, menjadi korban juga. Untunglah sang toko berani memberikan solusi yang baik. Sepanjang konsumen bisa menunjukkan kuitansi pembelian di toko tersebut, maka dia memberikan pengganti dengan handled baru.

Memang bukan rahasia, ketika pasar BB marak di Indonesia, suplai resmi handheld tersebut tak bisa memenuhi permintaan pasar. Sehingga tak heran jika banyak juga reseller resmi yang kemudian belanja dari pelbagai sumber termasuk importir non-operator.

Fenomena Blackberry

BlackBerry memang jadi fenomenal sejak dua tahun belakangan ini. Siapa nyana handheld buatan Kanada ini -- yang 5 tahun lalu masih susah dijual di Indonesia-- kini laris bak sepatu Crocs.

Seperti booming Communicator sekian tahun lalu: banyak pengguna BB yang nyatanya hanya menggunakan alatnya hanya untuk menelepon dan kirim SMS. Ketika ditanya berapa nomor PIN-nya, mereka pun kebingungan. "PIN apa ya?" Begitu kerap terdengar.

Padahal BB bukanlah handphone biasa, tapi telepon genggam 'super'. Dan PIN adalah salah satu yang membedakan BB dengan handheld yang lain.

Sesuai hukum pasar, ada permintaan maka pasokanpun melimpah. Dalam hal ini harus diakui, kemampuan Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), dan Telkomsel melayani pasar BB tidak sebanding dengan permintaan pasar, bahkan untuk kawasan Asia di mana permintaan lebih tinggi di bandingkan pasokannya.

Yang terjadi, BB pun mengalir deras masuk, memenuhi kebutuhan pasar yang sedang haus. Kerap disebut-sebut sebagai BB black market (BM) yang artinya tidak dilengkapi dengan garansi operator atau reseller resmi.

Bahkan ditemukenali jumlahnya lebih banyak dari yang dijual secara resmi oleh operator, yang total ada 200 ribuan. Ihwal lahirnya PIN atau IMEI (International Mobile Equipment Identity) 'palsu' itu kabarnya berawal dari raibnya sejumlah handheld BB dari gudang sejumlah operator dunia seperti Rogers, AT&T, dan beberapa operator lainnya beberapa waktu lalu.

Seperti yang diumumkan pihak T-Mobile pada 22 Januari 2008, "T-Mobile loses US$8.2 million in mobile phone robbery-warehouse burgled for 36,000 cellphones". Ketika itu dengan sigap, RIM memang telah memblokir PIN handheld yang hilang tersebut.

BlackBerry Aspal

Hal lain yang bisa dianggap memicu maraknya BB dengan PIN atau IMEI jadi-jadian adalah masuknya barang-barang rekondisi (refurbish), dan barang-barang yang di negara asalnya di katakan garansi 14 hari (14 days Warranty).

Barang-barang ini mungkin saja sudah bermasalah dari negara asalnya sehingga diperlukan kosmetik PIN dan IMEI untuk dapat menjadikannya 'hidup' dan layak untuk dijual kembali. Namun, bisa diduga, barang-barang 'haram' tersebut masuk ke pasar, dan memikat pembeli.

Soal IMEI dan PIN? Tak masalah. Karena di negeri China, kabarnya, banyak yang ahli mengkloning IMEI dan PIN persis dengan aslinya. Sehingga bisa jadi ketika pembeli BB aspal (asli tapi palsu) tersebut meregistrasi layanan BB-nya ke sistem RIM, diterima dengan mulus, dan semua fungsi BB berjalan normal.

Heboh PIN aspal yang melanda akhir pekan ini memang kabarnya dipicu oleh upaya pihak RIM untuk memperbaiki sistem sekuriti mereka. Mengindentifikasi paduan IMEI, PIN dan BSN (Board Serial Number) setiap BB yang sesuai dengan data RIM.

Jika ternyata ada BB yang ditemu kenali paduannya (nyawanya) tidak sesuai, otomatis akan diblokir. Sebuah upaya yang baik dari produsen handheld kaliber dunia. Hanya sayangnya, upaya ini memakan banyak korban, mereka yang tak tahu bahwa BB yang mereka pakai ternyata 'nyawanya' merupakan hasil kloning.

Solusinya

Sialnya, kasus ini, sepertinya hanya terjadi di Indonesia. Dan sangat disayangkan pihak RIM -- yang hingga saat ini tak memiliki cabang ataupun service center di Indonesia -- tak terdengar suaranya.

Di saat para pengguna BB yang merasa dirugikan kebingungan, maka salah satu yang jadi 'sasaran' adalah para operator seluler penyedia layanan BB seperti XL, Indosat dan Telkomsel. Padahal, mereka tak bisa memberikan solusi apapun dalam kasus ini. Sebab sistem yang bisa mendeteksi sebuah handheld BB valid atau tidak, ya hanya sistemnya RIM, bukan sistem operator.

Jika selama ini terkesan RIM masih bersikeras dengan sikap untuk tidak peduli dengan BB BM. Namun, dengan kasus ini mestinya RIM tak lagi bisa cuek. Para operator penyedia layanan BB, tak boleh hanya mementingkan pengembangan pasar, dan dengan terus bersaing memainkan harga layanan.

Kali ini mereka harus berkolaborasi, duduk bareng bersama RIM, menjelaskan kepada publik, bahwa mereka hanya menjamin 'kelangsungan hidup' layanan BB terhadap handheld yang dibeli melalui jalur resmi mereka.

RIM juga mesti memvalidasi produk yang diditribusikan melalui jalur resminya, serta memberikan garansi atas produk tersebut. Tidak seperti sekarang, garansi yang ada hanyalah keluaran toko. Regulator pun mestinya juga tak tinggal diam.

Semisal, dia bisa membuat aturan, setiap produk yang beredar di pasar Indonesia, harus memiliki perwakilan, atau minimal service center, sehingga konsumen juga punya kepastian terhadap layanan purna jual semua produk.

Sambil menanti respon nyata RIM untuk memelihara pasar di Indonesia, tak ada salahnya para peminat handheld BB lebih waspada lagi, saat berbelanja BB.

1. Jangan tergiur tawaran BB harga murah.

2. Membeli BB ke operator atau ke reseller resminya.

3. Cek apakah IMEI dan PIN yang ada di bodi sama dengan yang ada di status (bukan tempelan tambahan).

4. Atau bisa juga menanyakan ke operator tentang ke absahan nomor IMEI dan PIN BB yang akan dibelinya.

5. Untuk mendapatkan info tentang pengalaman penggunaan BB bisa diperoleh di sejumlah milis BB, misalnya id-blackberry@yahoogroups.com.

Sejatinya, BB yang dijual di pasar semuanya asli. Yang perlu dicek adalah apakah PIN dan IMEI-nya asli atau hasil kloning. Dan itulah yang perlu diwaspadai.

0 Heboh! BlackBerry Kloning

Sejak akhir minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik. Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry (BB)-nya. Mendadak PIN (Personal Identification Number)-nya tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM (Research In Motion) ini jadi mandul.

Dita, misalnya, harus menelan kejengkelan karena BB yang selama ini jadi alat bekerja maupun teman setianya baik untuk berkomunikasi maupun bersosialisasi melalui Facebook jadi bisu. "PIN yang di status beda dengan yang di body," jelas Dita yang mengaktifkan layanan BB-nya sejak 4 bulan lalu.

Saat ini ada banyak pengguna BB yang terjebak kasus seperti dialami Dita: PIN-nya tiba-tiba kena suspend. Bisa jadi mereka termasuk korban kloning PIN, yang terpikat membeli BB karena harganya jauh lebih murah daripada yang ditawarkan sejumlah operator telekomunikasi, partner resmi RIM dalam menjual BB di Indonesia, atau para pedagang yang menjadi rekanan operator.

Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya benar. Karena ada sebuah toko penjualan handheld yang cukup terkenal dan reseller resmi penyedia layanan BB, menjadi korban juga. Untunglah sang toko berani memberikan solusi yang baik. Sepanjang konsumen bisa menunjukkan kuitansi pembelian di toko tersebut, maka dia memberikan pengganti dengan handled baru.

Memang bukan rahasia, ketika pasar BB marak di Indonesia, suplai resmi handheld tersebut tak bisa memenuhi permintaan pasar. Sehingga tak heran jika banyak juga reseller resmi yang kemudian belanja dari pelbagai sumber termasuk importir non-operator.

Fenomena Blackberry

BlackBerry memang jadi fenomenal sejak dua tahun belakangan ini. Siapa nyana handheld buatan Kanada ini -- yang 5 tahun lalu masih susah dijual di Indonesia-- kini laris bak sepatu Crocs.

Seperti booming Communicator sekian tahun lalu: banyak pengguna BB yang nyatanya hanya menggunakan alatnya hanya untuk menelepon dan kirim SMS. Ketika ditanya berapa nomor PIN-nya, mereka pun kebingungan. "PIN apa ya?" Begitu kerap terdengar.

Padahal BB bukanlah handphone biasa, tapi telepon genggam 'super'. Dan PIN adalah salah satu yang membedakan BB dengan handheld yang lain.

Sesuai hukum pasar, ada permintaan maka pasokanpun melimpah. Dalam hal ini harus diakui, kemampuan Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), dan Telkomsel melayani pasar BB tidak sebanding dengan permintaan pasar, bahkan untuk kawasan Asia di mana permintaan lebih tinggi di bandingkan pasokannya.

Yang terjadi, BB pun mengalir deras masuk, memenuhi kebutuhan pasar yang sedang haus. Kerap disebut-sebut sebagai BB black market (BM) yang artinya tidak dilengkapi dengan garansi operator atau reseller resmi.

Bahkan ditemukenali jumlahnya lebih banyak dari yang dijual secara resmi oleh operator, yang total ada 200 ribuan. Ihwal lahirnya PIN atau IMEI (International Mobile Equipment Identity) 'palsu' itu kabarnya berawal dari raibnya sejumlah handheld BB dari gudang sejumlah operator dunia seperti Rogers, AT&T, dan beberapa operator lainnya beberapa waktu lalu.

Seperti yang diumumkan pihak T-Mobile pada 22 Januari 2008, "T-Mobile loses US$8.2 million in mobile phone robbery-warehouse burgled for 36,000 cellphones". Ketika itu dengan sigap, RIM memang telah memblokir PIN handheld yang hilang tersebut.

BlackBerry Aspal

Hal lain yang bisa dianggap memicu maraknya BB dengan PIN atau IMEI jadi-jadian adalah masuknya barang-barang rekondisi (refurbish), dan barang-barang yang di negara asalnya di katakan garansi 14 hari (14 days Warranty).

Barang-barang ini mungkin saja sudah bermasalah dari negara asalnya sehingga diperlukan kosmetik PIN dan IMEI untuk dapat menjadikannya 'hidup' dan layak untuk dijual kembali. Namun, bisa diduga, barang-barang 'haram' tersebut masuk ke pasar, dan memikat pembeli.

Soal IMEI dan PIN? Tak masalah. Karena di negeri China, kabarnya, banyak yang ahli mengkloning IMEI dan PIN persis dengan aslinya. Sehingga bisa jadi ketika pembeli BB aspal (asli tapi palsu) tersebut meregistrasi layanan BB-nya ke sistem RIM, diterima dengan mulus, dan semua fungsi BB berjalan normal.

Heboh PIN aspal yang melanda akhir pekan ini memang kabarnya dipicu oleh upaya pihak RIM untuk memperbaiki sistem sekuriti mereka. Mengindentifikasi paduan IMEI, PIN dan BSN (Board Serial Number) setiap BB yang sesuai dengan data RIM.

Jika ternyata ada BB yang ditemu kenali paduannya (nyawanya) tidak sesuai, otomatis akan diblokir. Sebuah upaya yang baik dari produsen handheld kaliber dunia. Hanya sayangnya, upaya ini memakan banyak korban, mereka yang tak tahu bahwa BB yang mereka pakai ternyata 'nyawanya' merupakan hasil kloning.

Solusinya

Sialnya, kasus ini, sepertinya hanya terjadi di Indonesia. Dan sangat disayangkan pihak RIM -- yang hingga saat ini tak memiliki cabang ataupun service center di Indonesia -- tak terdengar suaranya.

Di saat para pengguna BB yang merasa dirugikan kebingungan, maka salah satu yang jadi 'sasaran' adalah para operator seluler penyedia layanan BB seperti XL, Indosat dan Telkomsel. Padahal, mereka tak bisa memberikan solusi apapun dalam kasus ini. Sebab sistem yang bisa mendeteksi sebuah handheld BB valid atau tidak, ya hanya sistemnya RIM, bukan sistem operator.

Jika selama ini terkesan RIM masih bersikeras dengan sikap untuk tidak peduli dengan BB BM. Namun, dengan kasus ini mestinya RIM tak lagi bisa cuek. Para operator penyedia layanan BB, tak boleh hanya mementingkan pengembangan pasar, dan dengan terus bersaing memainkan harga layanan.

Kali ini mereka harus berkolaborasi, duduk bareng bersama RIM, menjelaskan kepada publik, bahwa mereka hanya menjamin 'kelangsungan hidup' layanan BB terhadap handheld yang dibeli melalui jalur resmi mereka.

RIM juga mesti memvalidasi produk yang diditribusikan melalui jalur resminya, serta memberikan garansi atas produk tersebut. Tidak seperti sekarang, garansi yang ada hanyalah keluaran toko. Regulator pun mestinya juga tak tinggal diam.

Semisal, dia bisa membuat aturan, setiap produk yang beredar di pasar Indonesia, harus memiliki perwakilan, atau minimal service center, sehingga konsumen juga punya kepastian terhadap layanan purna jual semua produk.

Sambil menanti respon nyata RIM untuk memelihara pasar di Indonesia, tak ada salahnya para peminat handheld BB lebih waspada lagi, saat berbelanja BB.

1. Jangan tergiur tawaran BB harga murah.

2. Membeli BB ke operator atau ke reseller resminya.

3. Cek apakah IMEI dan PIN yang ada di bodi sama dengan yang ada di status (bukan tempelan tambahan).

4. Atau bisa juga menanyakan ke operator tentang ke absahan nomor IMEI dan PIN BB yang akan dibelinya.

5. Untuk mendapatkan info tentang pengalaman penggunaan BB bisa diperoleh di sejumlah milis BB, misalnya id-blackberry@yahoogroups.com.

Sejatinya, BB yang dijual di pasar semuanya asli. Yang perlu dicek adalah apakah PIN dan IMEI-nya asli atau hasil kloning. Dan itulah yang perlu diwaspadai.
Sejak akhir minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik. Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry (BB)-nya. Mendadak PIN (Personal Identification Number)-nya tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM (Research In Motion) ini jadi mandul.

Dita, misalnya, harus menelan kejengkelan karena BB yang selama ini jadi alat bekerja maupun teman setianya baik untuk berkomunikasi maupun bersosialisasi melalui Facebook jadi bisu. "PIN yang di status beda dengan yang di body," jelas Dita yang mengaktifkan layanan BB-nya sejak 4 bulan lalu.

Saat ini ada banyak pengguna BB yang terjebak kasus seperti dialami Dita: PIN-nya tiba-tiba kena suspend. Bisa jadi mereka termasuk korban kloning PIN, yang terpikat membeli BB karena harganya jauh lebih murah daripada yang ditawarkan sejumlah operator telekomunikasi, partner resmi RIM dalam menjual BB di Indonesia, atau para pedagang yang menjadi rekanan operator.

Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya benar. Karena ada sebuah toko penjualan handheld yang cukup terkenal dan reseller resmi penyedia layanan BB, menjadi korban juga. Untunglah sang toko berani memberikan solusi yang baik. Sepanjang konsumen bisa menunjukkan kuitansi pembelian di toko tersebut, maka dia memberikan pengganti dengan handled baru.

Memang bukan rahasia, ketika pasar BB marak di Indonesia, suplai resmi handheld tersebut tak bisa memenuhi permintaan pasar. Sehingga tak heran jika banyak juga reseller resmi yang kemudian belanja dari pelbagai sumber termasuk importir non-operator.

Fenomena Blackberry

BlackBerry memang jadi fenomenal sejak dua tahun belakangan ini. Siapa nyana handheld buatan Kanada ini -- yang 5 tahun lalu masih susah dijual di Indonesia-- kini laris bak sepatu Crocs.

Seperti booming Communicator sekian tahun lalu: banyak pengguna BB yang nyatanya hanya menggunakan alatnya hanya untuk menelepon dan kirim SMS. Ketika ditanya berapa nomor PIN-nya, mereka pun kebingungan. "PIN apa ya?" Begitu kerap terdengar.

Padahal BB bukanlah handphone biasa, tapi telepon genggam 'super'. Dan PIN adalah salah satu yang membedakan BB dengan handheld yang lain.

Sesuai hukum pasar, ada permintaan maka pasokanpun melimpah. Dalam hal ini harus diakui, kemampuan Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), dan Telkomsel melayani pasar BB tidak sebanding dengan permintaan pasar, bahkan untuk kawasan Asia di mana permintaan lebih tinggi di bandingkan pasokannya.

Yang terjadi, BB pun mengalir deras masuk, memenuhi kebutuhan pasar yang sedang haus. Kerap disebut-sebut sebagai BB black market (BM) yang artinya tidak dilengkapi dengan garansi operator atau reseller resmi.

Bahkan ditemukenali jumlahnya lebih banyak dari yang dijual secara resmi oleh operator, yang total ada 200 ribuan. Ihwal lahirnya PIN atau IMEI (International Mobile Equipment Identity) 'palsu' itu kabarnya berawal dari raibnya sejumlah handheld BB dari gudang sejumlah operator dunia seperti Rogers, AT&T, dan beberapa operator lainnya beberapa waktu lalu.

Seperti yang diumumkan pihak T-Mobile pada 22 Januari 2008, "T-Mobile loses US$8.2 million in mobile phone robbery-warehouse burgled for 36,000 cellphones". Ketika itu dengan sigap, RIM memang telah memblokir PIN handheld yang hilang tersebut.

BlackBerry Aspal

Hal lain yang bisa dianggap memicu maraknya BB dengan PIN atau IMEI jadi-jadian adalah masuknya barang-barang rekondisi (refurbish), dan barang-barang yang di negara asalnya di katakan garansi 14 hari (14 days Warranty).

Barang-barang ini mungkin saja sudah bermasalah dari negara asalnya sehingga diperlukan kosmetik PIN dan IMEI untuk dapat menjadikannya 'hidup' dan layak untuk dijual kembali. Namun, bisa diduga, barang-barang 'haram' tersebut masuk ke pasar, dan memikat pembeli.

Soal IMEI dan PIN? Tak masalah. Karena di negeri China, kabarnya, banyak yang ahli mengkloning IMEI dan PIN persis dengan aslinya. Sehingga bisa jadi ketika pembeli BB aspal (asli tapi palsu) tersebut meregistrasi layanan BB-nya ke sistem RIM, diterima dengan mulus, dan semua fungsi BB berjalan normal.

Heboh PIN aspal yang melanda akhir pekan ini memang kabarnya dipicu oleh upaya pihak RIM untuk memperbaiki sistem sekuriti mereka. Mengindentifikasi paduan IMEI, PIN dan BSN (Board Serial Number) setiap BB yang sesuai dengan data RIM.

Jika ternyata ada BB yang ditemu kenali paduannya (nyawanya) tidak sesuai, otomatis akan diblokir. Sebuah upaya yang baik dari produsen handheld kaliber dunia. Hanya sayangnya, upaya ini memakan banyak korban, mereka yang tak tahu bahwa BB yang mereka pakai ternyata 'nyawanya' merupakan hasil kloning.

Solusinya

Sialnya, kasus ini, sepertinya hanya terjadi di Indonesia. Dan sangat disayangkan pihak RIM -- yang hingga saat ini tak memiliki cabang ataupun service center di Indonesia -- tak terdengar suaranya.

Di saat para pengguna BB yang merasa dirugikan kebingungan, maka salah satu yang jadi 'sasaran' adalah para operator seluler penyedia layanan BB seperti XL, Indosat dan Telkomsel. Padahal, mereka tak bisa memberikan solusi apapun dalam kasus ini. Sebab sistem yang bisa mendeteksi sebuah handheld BB valid atau tidak, ya hanya sistemnya RIM, bukan sistem operator.

Jika selama ini terkesan RIM masih bersikeras dengan sikap untuk tidak peduli dengan BB BM. Namun, dengan kasus ini mestinya RIM tak lagi bisa cuek. Para operator penyedia layanan BB, tak boleh hanya mementingkan pengembangan pasar, dan dengan terus bersaing memainkan harga layanan.

Kali ini mereka harus berkolaborasi, duduk bareng bersama RIM, menjelaskan kepada publik, bahwa mereka hanya menjamin 'kelangsungan hidup' layanan BB terhadap handheld yang dibeli melalui jalur resmi mereka.

RIM juga mesti memvalidasi produk yang diditribusikan melalui jalur resminya, serta memberikan garansi atas produk tersebut. Tidak seperti sekarang, garansi yang ada hanyalah keluaran toko. Regulator pun mestinya juga tak tinggal diam.

Semisal, dia bisa membuat aturan, setiap produk yang beredar di pasar Indonesia, harus memiliki perwakilan, atau minimal service center, sehingga konsumen juga punya kepastian terhadap layanan purna jual semua produk.

Sambil menanti respon nyata RIM untuk memelihara pasar di Indonesia, tak ada salahnya para peminat handheld BB lebih waspada lagi, saat berbelanja BB.

1. Jangan tergiur tawaran BB harga murah.

2. Membeli BB ke operator atau ke reseller resminya.

3. Cek apakah IMEI dan PIN yang ada di bodi sama dengan yang ada di status (bukan tempelan tambahan).

4. Atau bisa juga menanyakan ke operator tentang ke absahan nomor IMEI dan PIN BB yang akan dibelinya.

5. Untuk mendapatkan info tentang pengalaman penggunaan BB bisa diperoleh di sejumlah milis BB, misalnya id-blackberry@yahoogroups.com.

Sejatinya, BB yang dijual di pasar semuanya asli. Yang perlu dicek adalah apakah PIN dan IMEI-nya asli atau hasil kloning. Dan itulah yang perlu diwaspadai.

0 BlackBerry Tour, 'Perkawinan' Curve dan Bold

Research In Motion (RIM) mengungkap jajaran Blackberry terbarunya dengan nama Blackberry Tour. Handset terbaru RIM ini ditujukan untuk memenangkan pangsa pasar di segmen eksekutif maupun konsumen mainstream.

BlackBerry Tour diklaim sebagai persilangan dari Blackberry Curve yang populer di kalangan konsumen umum dengan BlackBerry Bold yang menyasar pasar korporat.

Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (16/6/2009), co-Chief Executive RIM, Jim Balsillie menyatakan BlackBerry Tour bakal segera tersedia di pasaran Amerika oleh operator Verizon dan Sprint serta di negara asalnya, Kanada. Namun belum dijelaskan kapan handset ini menyambangi pasar mancanegara.

Secara fisik bentuk Tour tidak berbeda drastis dengan handset BlackBerry lainnya, dengan bentuk candy bar dan juga keberadaan keyboard QWERTY. Namun Balsillie mengklaim produk BlackBerry Tour adalah langkah besar bagi RIM.

RIM menyebut Tour sebagai 'ponsel dunia' karena handset itu bisa dengan mudahnya mengakses layanan data dan suara pada jaringan yang berada di luar negara pengguna. Untuk lebih memikat konsumen, Tour dibenami fitur multimedia mumpuni seperti kamera 3,2 megapiksel dan media player berkualitas.

Fasilitas lain yang disertakan dalam Tour termasuk HSDPA, GPS, Bluetooth, dan navigasi GPS. Namun yang cukup disayangkan adalah tidak ada fitur Wi-Fi di dalamnya.

Produk yang menyasar konsumen yang lebih luas seperti Tour ini memang dirasa penting bagi RIM di tengah persaingan yang kian ketat. Sebab rival seperti Apple dan Palm rupanya terus mengintai RIM dengan produk andalannya.
Research In Motion (RIM) mengungkap jajaran Blackberry terbarunya dengan nama Blackberry Tour. Handset terbaru RIM ini ditujukan untuk memenangkan pangsa pasar di segmen eksekutif maupun konsumen mainstream.

BlackBerry Tour diklaim sebagai persilangan dari Blackberry Curve yang populer di kalangan konsumen umum dengan BlackBerry Bold yang menyasar pasar korporat.

Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (16/6/2009), co-Chief Executive RIM, Jim Balsillie menyatakan BlackBerry Tour bakal segera tersedia di pasaran Amerika oleh operator Verizon dan Sprint serta di negara asalnya, Kanada. Namun belum dijelaskan kapan handset ini menyambangi pasar mancanegara.

Secara fisik bentuk Tour tidak berbeda drastis dengan handset BlackBerry lainnya, dengan bentuk candy bar dan juga keberadaan keyboard QWERTY. Namun Balsillie mengklaim produk BlackBerry Tour adalah langkah besar bagi RIM.

RIM menyebut Tour sebagai 'ponsel dunia' karena handset itu bisa dengan mudahnya mengakses layanan data dan suara pada jaringan yang berada di luar negara pengguna. Untuk lebih memikat konsumen, Tour dibenami fitur multimedia mumpuni seperti kamera 3,2 megapiksel dan media player berkualitas.

Fasilitas lain yang disertakan dalam Tour termasuk HSDPA, GPS, Bluetooth, dan navigasi GPS. Namun yang cukup disayangkan adalah tidak ada fitur Wi-Fi di dalamnya.

Produk yang menyasar konsumen yang lebih luas seperti Tour ini memang dirasa penting bagi RIM di tengah persaingan yang kian ketat. Sebab rival seperti Apple dan Palm rupanya terus mengintai RIM dengan produk andalannya.

0 BlackBerry Tour, 'Perkawinan' Curve dan Bold

Research In Motion (RIM) mengungkap jajaran Blackberry terbarunya dengan nama Blackberry Tour. Handset terbaru RIM ini ditujukan untuk memenangkan pangsa pasar di segmen eksekutif maupun konsumen mainstream.

BlackBerry Tour diklaim sebagai persilangan dari Blackberry Curve yang populer di kalangan konsumen umum dengan BlackBerry Bold yang menyasar pasar korporat.

Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (16/6/2009), co-Chief Executive RIM, Jim Balsillie menyatakan BlackBerry Tour bakal segera tersedia di pasaran Amerika oleh operator Verizon dan Sprint serta di negara asalnya, Kanada. Namun belum dijelaskan kapan handset ini menyambangi pasar mancanegara.

Secara fisik bentuk Tour tidak berbeda drastis dengan handset BlackBerry lainnya, dengan bentuk candy bar dan juga keberadaan keyboard QWERTY. Namun Balsillie mengklaim produk BlackBerry Tour adalah langkah besar bagi RIM.

RIM menyebut Tour sebagai 'ponsel dunia' karena handset itu bisa dengan mudahnya mengakses layanan data dan suara pada jaringan yang berada di luar negara pengguna. Untuk lebih memikat konsumen, Tour dibenami fitur multimedia mumpuni seperti kamera 3,2 megapiksel dan media player berkualitas.

Fasilitas lain yang disertakan dalam Tour termasuk HSDPA, GPS, Bluetooth, dan navigasi GPS. Namun yang cukup disayangkan adalah tidak ada fitur Wi-Fi di dalamnya.

Produk yang menyasar konsumen yang lebih luas seperti Tour ini memang dirasa penting bagi RIM di tengah persaingan yang kian ketat. Sebab rival seperti Apple dan Palm rupanya terus mengintai RIM dengan produk andalannya.
Research In Motion (RIM) mengungkap jajaran Blackberry terbarunya dengan nama Blackberry Tour. Handset terbaru RIM ini ditujukan untuk memenangkan pangsa pasar di segmen eksekutif maupun konsumen mainstream.

BlackBerry Tour diklaim sebagai persilangan dari Blackberry Curve yang populer di kalangan konsumen umum dengan BlackBerry Bold yang menyasar pasar korporat.

Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (16/6/2009), co-Chief Executive RIM, Jim Balsillie menyatakan BlackBerry Tour bakal segera tersedia di pasaran Amerika oleh operator Verizon dan Sprint serta di negara asalnya, Kanada. Namun belum dijelaskan kapan handset ini menyambangi pasar mancanegara.

Secara fisik bentuk Tour tidak berbeda drastis dengan handset BlackBerry lainnya, dengan bentuk candy bar dan juga keberadaan keyboard QWERTY. Namun Balsillie mengklaim produk BlackBerry Tour adalah langkah besar bagi RIM.

RIM menyebut Tour sebagai 'ponsel dunia' karena handset itu bisa dengan mudahnya mengakses layanan data dan suara pada jaringan yang berada di luar negara pengguna. Untuk lebih memikat konsumen, Tour dibenami fitur multimedia mumpuni seperti kamera 3,2 megapiksel dan media player berkualitas.

Fasilitas lain yang disertakan dalam Tour termasuk HSDPA, GPS, Bluetooth, dan navigasi GPS. Namun yang cukup disayangkan adalah tidak ada fitur Wi-Fi di dalamnya.

Produk yang menyasar konsumen yang lebih luas seperti Tour ini memang dirasa penting bagi RIM di tengah persaingan yang kian ketat. Sebab rival seperti Apple dan Palm rupanya terus mengintai RIM dengan produk andalannya.

0 BlackBerry Tour, 'Perkawinan' Curve dan Bold

Research In Motion (RIM) mengungkap jajaran Blackberry terbarunya dengan nama Blackberry Tour. Handset terbaru RIM ini ditujukan untuk memenangkan pangsa pasar di segmen eksekutif maupun konsumen mainstream.

BlackBerry Tour diklaim sebagai persilangan dari Blackberry Curve yang populer di kalangan konsumen umum dengan BlackBerry Bold yang menyasar pasar korporat.

Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (16/6/2009), co-Chief Executive RIM, Jim Balsillie menyatakan BlackBerry Tour bakal segera tersedia di pasaran Amerika oleh operator Verizon dan Sprint serta di negara asalnya, Kanada. Namun belum dijelaskan kapan handset ini menyambangi pasar mancanegara.

Secara fisik bentuk Tour tidak berbeda drastis dengan handset BlackBerry lainnya, dengan bentuk candy bar dan juga keberadaan keyboard QWERTY. Namun Balsillie mengklaim produk BlackBerry Tour adalah langkah besar bagi RIM.

RIM menyebut Tour sebagai 'ponsel dunia' karena handset itu bisa dengan mudahnya mengakses layanan data dan suara pada jaringan yang berada di luar negara pengguna. Untuk lebih memikat konsumen, Tour dibenami fitur multimedia mumpuni seperti kamera 3,2 megapiksel dan media player berkualitas.

Fasilitas lain yang disertakan dalam Tour termasuk HSDPA, GPS, Bluetooth, dan navigasi GPS. Namun yang cukup disayangkan adalah tidak ada fitur Wi-Fi di dalamnya.

Produk yang menyasar konsumen yang lebih luas seperti Tour ini memang dirasa penting bagi RIM di tengah persaingan yang kian ketat. Sebab rival seperti Apple dan Palm rupanya terus mengintai RIM dengan produk andalannya.
Research In Motion (RIM) mengungkap jajaran Blackberry terbarunya dengan nama Blackberry Tour. Handset terbaru RIM ini ditujukan untuk memenangkan pangsa pasar di segmen eksekutif maupun konsumen mainstream.

BlackBerry Tour diklaim sebagai persilangan dari Blackberry Curve yang populer di kalangan konsumen umum dengan BlackBerry Bold yang menyasar pasar korporat.

Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (16/6/2009), co-Chief Executive RIM, Jim Balsillie menyatakan BlackBerry Tour bakal segera tersedia di pasaran Amerika oleh operator Verizon dan Sprint serta di negara asalnya, Kanada. Namun belum dijelaskan kapan handset ini menyambangi pasar mancanegara.

Secara fisik bentuk Tour tidak berbeda drastis dengan handset BlackBerry lainnya, dengan bentuk candy bar dan juga keberadaan keyboard QWERTY. Namun Balsillie mengklaim produk BlackBerry Tour adalah langkah besar bagi RIM.

RIM menyebut Tour sebagai 'ponsel dunia' karena handset itu bisa dengan mudahnya mengakses layanan data dan suara pada jaringan yang berada di luar negara pengguna. Untuk lebih memikat konsumen, Tour dibenami fitur multimedia mumpuni seperti kamera 3,2 megapiksel dan media player berkualitas.

Fasilitas lain yang disertakan dalam Tour termasuk HSDPA, GPS, Bluetooth, dan navigasi GPS. Namun yang cukup disayangkan adalah tidak ada fitur Wi-Fi di dalamnya.

Produk yang menyasar konsumen yang lebih luas seperti Tour ini memang dirasa penting bagi RIM di tengah persaingan yang kian ketat. Sebab rival seperti Apple dan Palm rupanya terus mengintai RIM dengan produk andalannya.

0 BlackBerry Juga Punya Mal

Excelcomindo Pratama (XL) membangun sebuah mal. Namanya XL-Mall. Bukan mal sembarang mal, tapi mal khusus untuk layanan BlackBerry.

Mal yang dimaksud juga bukan mal dalam bentuk fisik bangunan besar nan megah, namun mal di ranah internet. Sebuah mal konten informasi untuk para pengguna BlackBerry dari XL.

"XL-Mall menghadirkan kemudahan bagi seluruh pelanggan XL BlackBerry untuk mendapatkan akses informasi, konten, aplikasi, program hingga tips-tips menarik tentang BlackBerry," jelas VP Direct Sales XL Junaedi Hermawanto, di Jakarta, Minggu (7/6/2009).

Lebih lengkapnya, XL-Mall menyediakan beragam konten seperti games, themes, wallpaper, aplikasi, program promosi, diskon di merchant-merchant yang bekerjasama dengan XL, hingga tips dan trik seputar BlackBerry.

Sejatinya, mal ini bisa diakses oleh pengguna XL yang menggunakan handset BlackBerry tipe apa pun. Tak hanya terbatas untuk pengguna BlackBerry Storm XL yang kebetulan juga dirilis bersamaan dengan XL-Mall ini.

"Mal BlackBerry ini murni hasil karya anak bangsa," klaim Junaedi.

Storm

Tak seperti operator lain, XL saat meluncurkan BlackBerry Storm nampaknya coba realistis dalam memasok unit perangkat. Cuma sekitar 800-1000 unit yang siap dipasarkan operator ini dengan harga jual Rp 6,88 juta per unitnya.

Namun demikian, perpaduan antara Storm dan mal yang sama-sama baru diluncurkan, diyakini bisa mendongkrak jumlah pelanggan BlackBerry Internet Service XL.

"Kami optimistis bisa menembus 100 ribu pelanggan BlackBerry. Saat ini pelanggan sudah di kisaran 90 ribu sampai 95 ribu," kata GM Sales XL, Handono Warih.

XL juga akan melakukan roadshow XL Blackberry Storm pekan depan untuk mendukung pencapaian target 100 ribu pengguna BlackBerry.

"Maret-April lalu memang bulannya iPhone. Namun di Mei-Juni ini kembali jadi bulannya BlackBerry,"
Excelcomindo Pratama (XL) membangun sebuah mal. Namanya XL-Mall. Bukan mal sembarang mal, tapi mal khusus untuk layanan BlackBerry.

Mal yang dimaksud juga bukan mal dalam bentuk fisik bangunan besar nan megah, namun mal di ranah internet. Sebuah mal konten informasi untuk para pengguna BlackBerry dari XL.

"XL-Mall menghadirkan kemudahan bagi seluruh pelanggan XL BlackBerry untuk mendapatkan akses informasi, konten, aplikasi, program hingga tips-tips menarik tentang BlackBerry," jelas VP Direct Sales XL Junaedi Hermawanto, di Jakarta, Minggu (7/6/2009).

Lebih lengkapnya, XL-Mall menyediakan beragam konten seperti games, themes, wallpaper, aplikasi, program promosi, diskon di merchant-merchant yang bekerjasama dengan XL, hingga tips dan trik seputar BlackBerry.

Sejatinya, mal ini bisa diakses oleh pengguna XL yang menggunakan handset BlackBerry tipe apa pun. Tak hanya terbatas untuk pengguna BlackBerry Storm XL yang kebetulan juga dirilis bersamaan dengan XL-Mall ini.

"Mal BlackBerry ini murni hasil karya anak bangsa," klaim Junaedi.

Storm

Tak seperti operator lain, XL saat meluncurkan BlackBerry Storm nampaknya coba realistis dalam memasok unit perangkat. Cuma sekitar 800-1000 unit yang siap dipasarkan operator ini dengan harga jual Rp 6,88 juta per unitnya.

Namun demikian, perpaduan antara Storm dan mal yang sama-sama baru diluncurkan, diyakini bisa mendongkrak jumlah pelanggan BlackBerry Internet Service XL.

"Kami optimistis bisa menembus 100 ribu pelanggan BlackBerry. Saat ini pelanggan sudah di kisaran 90 ribu sampai 95 ribu," kata GM Sales XL, Handono Warih.

XL juga akan melakukan roadshow XL Blackberry Storm pekan depan untuk mendukung pencapaian target 100 ribu pengguna BlackBerry.

"Maret-April lalu memang bulannya iPhone. Namun di Mei-Juni ini kembali jadi bulannya BlackBerry,"

0 BlackBerry Juga Punya Mal

Excelcomindo Pratama (XL) membangun sebuah mal. Namanya XL-Mall. Bukan mal sembarang mal, tapi mal khusus untuk layanan BlackBerry.

Mal yang dimaksud juga bukan mal dalam bentuk fisik bangunan besar nan megah, namun mal di ranah internet. Sebuah mal konten informasi untuk para pengguna BlackBerry dari XL.

"XL-Mall menghadirkan kemudahan bagi seluruh pelanggan XL BlackBerry untuk mendapatkan akses informasi, konten, aplikasi, program hingga tips-tips menarik tentang BlackBerry," jelas VP Direct Sales XL Junaedi Hermawanto, di Jakarta, Minggu (7/6/2009).

Lebih lengkapnya, XL-Mall menyediakan beragam konten seperti games, themes, wallpaper, aplikasi, program promosi, diskon di merchant-merchant yang bekerjasama dengan XL, hingga tips dan trik seputar BlackBerry.

Sejatinya, mal ini bisa diakses oleh pengguna XL yang menggunakan handset BlackBerry tipe apa pun. Tak hanya terbatas untuk pengguna BlackBerry Storm XL yang kebetulan juga dirilis bersamaan dengan XL-Mall ini.

"Mal BlackBerry ini murni hasil karya anak bangsa," klaim Junaedi.

Storm

Tak seperti operator lain, XL saat meluncurkan BlackBerry Storm nampaknya coba realistis dalam memasok unit perangkat. Cuma sekitar 800-1000 unit yang siap dipasarkan operator ini dengan harga jual Rp 6,88 juta per unitnya.

Namun demikian, perpaduan antara Storm dan mal yang sama-sama baru diluncurkan, diyakini bisa mendongkrak jumlah pelanggan BlackBerry Internet Service XL.

"Kami optimistis bisa menembus 100 ribu pelanggan BlackBerry. Saat ini pelanggan sudah di kisaran 90 ribu sampai 95 ribu," kata GM Sales XL, Handono Warih.

XL juga akan melakukan roadshow XL Blackberry Storm pekan depan untuk mendukung pencapaian target 100 ribu pengguna BlackBerry.

"Maret-April lalu memang bulannya iPhone. Namun di Mei-Juni ini kembali jadi bulannya BlackBerry,"
Excelcomindo Pratama (XL) membangun sebuah mal. Namanya XL-Mall. Bukan mal sembarang mal, tapi mal khusus untuk layanan BlackBerry.

Mal yang dimaksud juga bukan mal dalam bentuk fisik bangunan besar nan megah, namun mal di ranah internet. Sebuah mal konten informasi untuk para pengguna BlackBerry dari XL.

"XL-Mall menghadirkan kemudahan bagi seluruh pelanggan XL BlackBerry untuk mendapatkan akses informasi, konten, aplikasi, program hingga tips-tips menarik tentang BlackBerry," jelas VP Direct Sales XL Junaedi Hermawanto, di Jakarta, Minggu (7/6/2009).

Lebih lengkapnya, XL-Mall menyediakan beragam konten seperti games, themes, wallpaper, aplikasi, program promosi, diskon di merchant-merchant yang bekerjasama dengan XL, hingga tips dan trik seputar BlackBerry.

Sejatinya, mal ini bisa diakses oleh pengguna XL yang menggunakan handset BlackBerry tipe apa pun. Tak hanya terbatas untuk pengguna BlackBerry Storm XL yang kebetulan juga dirilis bersamaan dengan XL-Mall ini.

"Mal BlackBerry ini murni hasil karya anak bangsa," klaim Junaedi.

Storm

Tak seperti operator lain, XL saat meluncurkan BlackBerry Storm nampaknya coba realistis dalam memasok unit perangkat. Cuma sekitar 800-1000 unit yang siap dipasarkan operator ini dengan harga jual Rp 6,88 juta per unitnya.

Namun demikian, perpaduan antara Storm dan mal yang sama-sama baru diluncurkan, diyakini bisa mendongkrak jumlah pelanggan BlackBerry Internet Service XL.

"Kami optimistis bisa menembus 100 ribu pelanggan BlackBerry. Saat ini pelanggan sudah di kisaran 90 ribu sampai 95 ribu," kata GM Sales XL, Handono Warih.

XL juga akan melakukan roadshow XL Blackberry Storm pekan depan untuk mendukung pencapaian target 100 ribu pengguna BlackBerry.

"Maret-April lalu memang bulannya iPhone. Namun di Mei-Juni ini kembali jadi bulannya BlackBerry,"

0 BlackBerry Juga Punya Mal

Excelcomindo Pratama (XL) membangun sebuah mal. Namanya XL-Mall. Bukan mal sembarang mal, tapi mal khusus untuk layanan BlackBerry.

Mal yang dimaksud juga bukan mal dalam bentuk fisik bangunan besar nan megah, namun mal di ranah internet. Sebuah mal konten informasi untuk para pengguna BlackBerry dari XL.

"XL-Mall menghadirkan kemudahan bagi seluruh pelanggan XL BlackBerry untuk mendapatkan akses informasi, konten, aplikasi, program hingga tips-tips menarik tentang BlackBerry," jelas VP Direct Sales XL Junaedi Hermawanto, di Jakarta, Minggu (7/6/2009).

Lebih lengkapnya, XL-Mall menyediakan beragam konten seperti games, themes, wallpaper, aplikasi, program promosi, diskon di merchant-merchant yang bekerjasama dengan XL, hingga tips dan trik seputar BlackBerry.

Sejatinya, mal ini bisa diakses oleh pengguna XL yang menggunakan handset BlackBerry tipe apa pun. Tak hanya terbatas untuk pengguna BlackBerry Storm XL yang kebetulan juga dirilis bersamaan dengan XL-Mall ini.

"Mal BlackBerry ini murni hasil karya anak bangsa," klaim Junaedi.

Storm

Tak seperti operator lain, XL saat meluncurkan BlackBerry Storm nampaknya coba realistis dalam memasok unit perangkat. Cuma sekitar 800-1000 unit yang siap dipasarkan operator ini dengan harga jual Rp 6,88 juta per unitnya.

Namun demikian, perpaduan antara Storm dan mal yang sama-sama baru diluncurkan, diyakini bisa mendongkrak jumlah pelanggan BlackBerry Internet Service XL.

"Kami optimistis bisa menembus 100 ribu pelanggan BlackBerry. Saat ini pelanggan sudah di kisaran 90 ribu sampai 95 ribu," kata GM Sales XL, Handono Warih.

XL juga akan melakukan roadshow XL Blackberry Storm pekan depan untuk mendukung pencapaian target 100 ribu pengguna BlackBerry.

"Maret-April lalu memang bulannya iPhone. Namun di Mei-Juni ini kembali jadi bulannya BlackBerry,"
Excelcomindo Pratama (XL) membangun sebuah mal. Namanya XL-Mall. Bukan mal sembarang mal, tapi mal khusus untuk layanan BlackBerry.

Mal yang dimaksud juga bukan mal dalam bentuk fisik bangunan besar nan megah, namun mal di ranah internet. Sebuah mal konten informasi untuk para pengguna BlackBerry dari XL.

"XL-Mall menghadirkan kemudahan bagi seluruh pelanggan XL BlackBerry untuk mendapatkan akses informasi, konten, aplikasi, program hingga tips-tips menarik tentang BlackBerry," jelas VP Direct Sales XL Junaedi Hermawanto, di Jakarta, Minggu (7/6/2009).

Lebih lengkapnya, XL-Mall menyediakan beragam konten seperti games, themes, wallpaper, aplikasi, program promosi, diskon di merchant-merchant yang bekerjasama dengan XL, hingga tips dan trik seputar BlackBerry.

Sejatinya, mal ini bisa diakses oleh pengguna XL yang menggunakan handset BlackBerry tipe apa pun. Tak hanya terbatas untuk pengguna BlackBerry Storm XL yang kebetulan juga dirilis bersamaan dengan XL-Mall ini.

"Mal BlackBerry ini murni hasil karya anak bangsa," klaim Junaedi.

Storm

Tak seperti operator lain, XL saat meluncurkan BlackBerry Storm nampaknya coba realistis dalam memasok unit perangkat. Cuma sekitar 800-1000 unit yang siap dipasarkan operator ini dengan harga jual Rp 6,88 juta per unitnya.

Namun demikian, perpaduan antara Storm dan mal yang sama-sama baru diluncurkan, diyakini bisa mendongkrak jumlah pelanggan BlackBerry Internet Service XL.

"Kami optimistis bisa menembus 100 ribu pelanggan BlackBerry. Saat ini pelanggan sudah di kisaran 90 ribu sampai 95 ribu," kata GM Sales XL, Handono Warih.

XL juga akan melakukan roadshow XL Blackberry Storm pekan depan untuk mendukung pencapaian target 100 ribu pengguna BlackBerry.

"Maret-April lalu memang bulannya iPhone. Namun di Mei-Juni ini kembali jadi bulannya BlackBerry,"
 

Universitasku Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates